sulitnya ngurus warisan tanah

Pada suatu hari taman ku yang selama ini membatu ngukur tiba-tiba datang dengan ayahnya dengan tergopoh-gopoh, dalam benak ada apa gerangan kok datang dengan ayahnya pikiran saya kali aja dia mo ada acara keluarga apa gimana gitu mungkin saja mau nglamar karena memang dianya belum meried.

selanjutnya saya persilahkan beliau masuk dan ahirnya jagongan di teras rumah karena mamang tak suruh masuk tidak mau, oke deh kalau begitu

ahirnya di awal pembicaraan itu saya menangkap nya bahwa belaiu mau mengurus tanah warisan milik bapaknya atu simbahnya teman aku.

sebelum melangkah lebih jauh saya memberikan pengarahan bagaimana cara dan langkah yang harus ditempuh untuk mengurus tanah warisan tersebut.

langkah-langkah yag harus di lakaukan adalah :

  1. memastikan siapa kepemilikan tanah tersebut,
  2. Foto copy surat kepemilikan tanah tersebut (letter c, model d, model e atau sejenisnya)
  3. mengumpulkan semua ahli waris
  4. rencana pembagian tanah warisan
  5. dan selanjutnya saya yang akan menanganinya mengenai pemberkasan lainya misalnya ( permohonan konversi, surat keterangan warisan, surat pemebagian warisan, surat kepemilikan tanah, surat pernyataan kebenaran bahwa ahli waris, ssb warisan, dan lain sebagianya yang terkait dengan pengurusan tanah waris )

Nah ahirnya detik itupun juga langsung meluncur ke TKP untuk bertemu dengan saudara laniya membahas masalah pembgaian warisan dan saya sebagai mediatornya dengan mengundang juga kepala dukuh setempat kami membicarakan maksud dan tujuan mereka berkumpul.

ternyata setelah mendengar dari keterangan sebagian ahli waris memang tanah tersebut rencana mau di urus pembagian warisanya namun kesulitan dalam pengurusanya, karena ada salah satu ahli waris yang susah di hubungi dan tidak karuan rimbanya, padahal orang tersebut yang berinisial gb adalah saudara tua dari pada ayah teman aku, dan disinilah letak kesulitanya dalam pengurusan pembagian warisan tersebut, karena memang untuk membagi warisan tidak semudah yang di bayangkan dan wajib hukumnya semua ajli waris datang dan bersepakat bersama untuk menghasilkan keputusan terkait dengan pembagian warisan tersebut.

dan uniknya lagi kepemilikan tanah tersebut adalah masih atas nama bapak dari bapaknya teman saya, kalau jawanya ya buyut dari pada teman aku. sementara buyut tersebut mempunyai ahli waris 7 orang, dan ketujuh orang tersebut sampai saat ini sudah meinggal dunia semua tinggal cucu dan dari cucu ini pun sebagian sudah ada yang meninggal dunia sebagai gantinya adalah buyut,  nah dengan demikian ahli waris dari si pemilik tanah tersebut adalah cucu dan buyut.

nah ini tentunya akan menimbulkan permasalahan baru terutama dalam pembagian warisan karena apa bisa jadi dari buyut ini tidak menahu bagaimana sejarah dan cerita masa lalu mengenai simbah waktu masih hidup bisa jadi bagian (acungan) tanah tersebut sudah di jual atau disusuki oleh saudara namun tidak ada tanda bukti yang oentik bisa di bilang hanya secara lisan, ini tidak akan menjadi permasalahan jika lau dari ahli waris bisa menerima bagaimana jika tidak bisa menerimanya jelas di pastikan kan menjadi pembagian warisan berdarah bukan,

dan ini pun terjadi di keluarga teman aku yang biasa saya ajak ngancani ngukur,

nah demikian sekelumit pengalaman saya dalam pengurusan sertipikat tanah terkait dengan tanah warisan, mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi kan pengalaman dan wawasan bagi kita semua “dampak molornya membagi warisan tanah” sehingga dengan demikian jangan sampai terjadi di keluarga kita sendiri sangat di sayangkan jika pembagian warisan tersebut berdampak ketidak harmonisan keluarga besar yang seharusnya menikmati dengan kebahagian dari peninggalan harta leluhur nya namun malah justru sebaliknya menjadi hancur lebur berkeping-keping karenanya. tidak ada salahnya kita ingatkan kepada orang tua kita bagaimana kepemilikan tanah yang selama ini di tempati dan membantu mencari solusinya dan jangan sungkan untuk bertanya kepada saya sedapat yang saya bisa dan ketahui kita sharing di blog kesayayangan ini yagak..

dan jangan lupa jika artikel ini sekiranya bermanfaat untuk orang lain tidak ada salahnya untuk di beritahukan kepada teman yang lain bisa melalui facebook, twitter, email dan lain-lain yang sudah saya sipakan di bawah artikel ini dengan menekan tombol tersebut. oke untuk kelanjutan cerita ini nanti dalam perkembanganya akan saya sharing disini tunggu yaa…saya tak kerja dulu by

Apakah kata di bawah ini yang anda cari:

cari orang teman laniya (58), surat pernyataan kepemilikan rumah (45), jual beli tanah letter c (22), pembagian tanah warisan (19), surat pernyataan pembagian warisan (16), surat keterangan kepemilikan tanah (12), surat pembagian tanah warisan (10), surat pernyataan ahli waris tanah (10), membeli tanah letter c (2), jual beli tanah letter (1)

pengurusan sertifikat tanah

di perjumpaan kali ini kita akan mencoba bahas  mengurus sertifikat tanah dapat mengurus sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tingkat II di kantor pertanahan nasional di kabupaten setempat dengan menyertakan surat-surat kelengkapan pengurusan sertifikat tanah, di antaranya:

  1. Surat Keterangan kepemilkan tanah (letter c, model D, MODEL E (didaerah DIY), atau akta jual beli tanah ( jika tanah tersebut di dapat dari jual beli).
  2. Surat keterangan kepemilikan  fisik tanah yang ditandatangani oleh pemilik batas yang bersebelahan ini biasanya sudah menjadi kelengkapan berkas konversi (di dapat desa setempat).
  3. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yanng masih berlaku dan Kartu Keluarga (KK).
  4. Pemberitahuan Pajak Tahun Bumi dan Bangunan (SPPT ) terakhir.

Jika pemilik tanah sudah meninggal maka pengurusan bisa dilakukan oleh ahli warisnya dengan melengkapi syarat berikut:

  1. Surat keterangan waris yang dikeluarkan oleh Kantor Desa pewaris meninggal,
  2. Surat pembagian warisan yang di tanda-tangani semua ahli waris yang di saksikan oleh dua orang saksi letak tanah berada dan
  3. Surat pernyataan jika ada salah satu ahli waris yang tidak menerima harta warisan, ini juga di saksikan dua orang saksi minimal,
  4. surat pernyataan bahwa kesmua ahli warisa itu adalah benar-benar ahli waris dari si pewaris (orang yang meninggal) pemilikan tanah tersebut,
  5. Selanjunya di buatkan SSB WARISAN (BPHTB) atau istilah gampangnya PAJAK WARISAN. dengan nilai NOPTKP = 300.000.000,-
  6. Setelah semuanya di rasa lengkap silahkan daftarkan ke kantor pertanahan setempat misalnya kantor pertanahan kabupaten sleman.

Setelah itu BPN (badan pertanahan nasional) kota/kabupaten akan melakukan pengukuran tanah. Berdasarkan Standar Prosedur Operasional Pelayanan,

jangka waktu pengurusan ini adalah relatif karena jika tanah tersebut belum pernah di daftarakan pertama kali atau masih letter c, model d, model e, maka disini diberlakukanya pengumuman yang lamanya 2 hari (60 hari ) ini tentunya pengukuran drafting sudah tidak ada masalah secara teknis maupun yurudis dan di pengumuman tersebut sudah di jalaskan mengenai kejelasan subyek, obyek beserta letak tanah tersebut.


Apakah kata di bawah ini yang anda cari:

surat keterangan ahli waris tanah (62), surat tanah letter d (61), proses jual beli tanah letter C (53), sertifikat tanah (51), sertifikat letter c (50), biaya pembuatan sertifikat tanah dari letter c (49), pengurusan sertifikat tanah (45), jual beli tanah letter c (44), surat tanah letter c (40), letter c tanah (30)

Proses Pembuatan Sertifikat Tanah

Di dalam perjumpaan ini saya akan mencoba sebenarnya Proses Pembuatan Sertifikat tanah itu seperti apa ya..

sebelumnya mungkin perlu di katahui bahwa mungkin kalau kita lihat sepertipikat tanah adalah sama bentuknya yaitu sebuah benda yang sering kita jumpai seperti buku yang berwarna hijau dengan gambar garuda pancasila.

namun yang lebih menarik dari pada itu adalah bagaimana proses pembuatan sertipikat tersebut, perlu di katahui bahwa proses pembuatan sertifikat tersebut adalah bermacam-macam misalny :

si A dapat sertifikat tersebut dengan cara KONVRSI namun si B mendapat sertifikat tanah tersebut Pengakuan Hak dan lain lagi dengan si C di beliau mendapatkan hak atas tanah tersebut dengan cara Penegasan Hak.

Ohya dari keterangan di atas semoga tidak menjadikan bingung namun ternyata memang prosesnya berbeda-beda kebetulan juga di buat berbeda kok, sekilas kalau kita amati perbedaan itu terletak di alas hak,

apa itu alas hak adalah alat bukti kepemilikan/ penguasaan tanah tersebut sehingga dengan demikian tentunya prosesnya juga berbeda.

misalnya konversi alas haknya adalah Letter C, Model D, Model E ini biasanya yang mengenalistilah itu adalah daerah istimewa jogjakarta (DIY) dan untuk pengakuan hak bisanya didaerah sumatera, lampung singkatnya di luar pulau jawalah. dan untuk Penegasan Hak kalau gak salah putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum.

waduuh sementara ini dulu ya jika masih ada yang kurang silahkan di tambahin, kebetulan komputerku kena virus gan tiba tiba g bisa jalan dan restar sendiri jadi males dehh..

Apakah kata di bawah ini yang anda cari:

perbedaan letter c dan petok d (191), buku tanah (173), prosedur pembuatan sertifikat tanah (146), tanah letter D (74), proses pembuatan sertifikat tanah (74), perbedaan buku tanah dan sertifikat (69), beda buku tanah dan sertifikat (58), sertipikat atau sertifikat (47), beda letter c dan letter d (43), cara pembuatan sertifikat tanah (43)