tugas Fungsi BPN

Layanan Pertanahan BPN RI

Dikesempatan kali ini saya akan mencoba merangkum beberapa Pelayan Pertanahan di Badan Pertanahan Nasioanl RI bagi yang belum tahu apaseh sebenarnya tugas BPN yang orang dulu menyebutnya AGRARIA diantaranya adalah sebagai berikut :

LAYANAN PERTANAHAN BPN RI

  1. Pelayanan Pendaftran Tanah Pertama Kali

    • Konversi, Pengakuan dan Penegasan Hak

      1. Konversi
      2. Pengakuan dan penegasan Hak
    • PEMBERIAN HAK

      1. Hak Milik Perorangan
      2. Hak Milik Badan Hukum
    • HAK GUNA BANGUNAN (HGB)

      1. Hak Guna Bangunan Perorangan
      2. Hak Guna Bangunan Badan Hukum
    • HAK PAKAI

      1. Hak Pakai Perorangan WNI
      2. Hak Pakai Perorangan WNA
      3. Hak Pakai Badan Hukum Indonesia
      4. Hak Pakai Badan Hukum Asing
      5. Hak Pakai Instansi Pemerintah
      6. Hak Pakai Pemerintah Asing
      7. Hak Pengelolaan Instansi Pemerintah/ Pemerintah Daerah/ BUMN/BUMD
    • WAKAF

      1. Wakaf dari Tanah Belum Bersertipikat (Konversi, Pengakuan dan Pengesahan Hak)
      2. Wakaf dari Tanah Negara (Pemberian Hak Tanah Wakaf)
      3. P3MB/PRK.5
      4. Pendaftaran Hak Milik atas Satuan Rumah Susun
    • PEMBERIAN HAK USAHA

      1. Hak Guna Usaha Perorangan
      2. Hak Guna Usaha Badan Hukum
  2. Pelayanan Pengukuran Bidang Tanah

    • PENGUKURAN BIDANG TANAH
      1. pengukuran Bidang Untuk Keperluan Pengembalian Batas
      2. Pengukuran Dalam Rangka Kegiatan Inventarisasi / Pengadaan Tanah
      3. Pengukuran Atas Permintaan Instansi Dan / Atau Masyarakat Untuk Mengetahui Luas Tanah
      4. Pengukuran Dalam Rangka Pembuatan Peta Situasi Lengkap (Topografi)
  3. Pelayanan Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah

    • PERALIHAN HAK ATAS TANAH DAN SATUAN RUMAH SUSUN

      1. Jual-beli
      2. Pewarisan/wasiat
      3. Tukar-menukar
      4. Hibah
      5. Pembagian hak bersama
      6. Lelang
      7. Pemasukan kedalam perusahaan / inbreng
      8. Merger
      9. Ganti nama sertipikat hak atas tanah dan hak milik atas rumah susun
    • PERPANJANGAN JANGKA WAKTU HAK GUNA USAHA

      • HAK GUNA BANGUNAN
        1. Hak guna bangunan perorangan
        2. Hak guna bangunan badan hukum
      • HAK GUNA USAHA
        1. Hak Guna Usaha Perorangan
        2. Hak Guna Usaha Badan Hukum
      • PEMBAHARUAN HAK GUNA USAHA
        1. Hak Guna Usaha Perorangan
        2. Hak Guna Usaha Badan Hukum
    • WAKAF DARI TANAH YANG SUDAH BERSERTIPIKAT
    • PERUBAHAN HAK ATAS TANAH
    • PEMECAHAN / PENGGABUNGAN/ PEMISAHAN HAK
      1. Pemecahan/ pemisahan/ bidang tanah perorangan
      2. Pemecahan/ pemisahan/ bidang tanah Badan Hukum
      3. Penggabungan Bidang Tanah Perorangan
      4. Penggabungan Bidang Tanah Badan Hukum
    • SERTIPIKAT PENGGANTI HAK ATAS TANAH, HAK MILIK ATAS RUMAH SUSUN
      1. Blanko Lama
      2. Hilang
      3. Rusak
    • HAK TANGGUNGAN
      1. Pendaftaran Hak Tanggungan
      2. Penghapusan Hak Tanggungan (ROYA)
      3. Peralihan Hak Tanggungan (CESSIE)
      4. Subrogasi (Perubahan Kreditur)
  4. Pelayanan Pengaturan Dan Penataan Pertanahan

    • KONSOLIDASI TANAH SWADAYA

      1. Pertimbangan Teknis Pertanahan
        1. Pertimbangan Teknis Pertanahan Dalam Rangka Ijin Lokasi
        2. Pertimbangan Teknis Pertanahan Dalam Rangka Penetapan Lokasi
        3. Pertimbangan Teknis Pertanahan Dalam Rangka Ijin Perubahan Penggunaan Tanah
      2. Pertimbangan Teknis Penatagunaan Tanah
  5. Pelayanan Pencatatan Dan Informasi Pertanahan

    • PENCATATAN

      1. Blokir
      2. Sita
      3. Pengangkatan Sita
    • INFORMASI PERTANAHAN

      1. Pengecekan Sertipikat
      2. Surat Keterangan Pendaftaran Tanah
      3. Informasi Titik Dasar Teknik
      4. Informasi Peta
  6. Pengelolaan Pengaduan

    • Pengelolaan Pengaduan

Demikian sedikit Ringkasan LAYAN PERTANAHAN Badan Pertanahan Nasional RI semoga BPN RI dalam mengemban tugasnya di berikan kelancaran dan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat, mengingat Aset Tanah sangat strategis untuk Perekonomian dan Kemakmuran Bangsa ini. selanjutnya kedepan akan saya coba poting SYARAT-SYARAT dari Pada Layanan Pertanahan tersebut diatas. (yoyok/pengukurantanah.blogspot.com)

Apakah kata di bawah ini yang anda cari:

surat jual beli tanah warisan (51), contoh surat hibah tanah warisan (27), hibah tanah warisan (22), Syarat menjual tanah warisan (20), cara menjual tanah warisan (19), tata cara hibah rumah (18), cara mengukur tanah BPN (17), jual beli tanah warisan (15), cara pengukuran tanah oleh bpn (14), pembagian tanah warisan (14)

sulitnya ngurus warisan tanah

Pada suatu hari taman ku yang selama ini membatu ngukur tiba-tiba datang dengan ayahnya dengan tergopoh-gopoh, dalam benak ada apa gerangan kok datang dengan ayahnya pikiran saya kali aja dia mo ada acara keluarga apa gimana gitu mungkin saja mau nglamar karena memang dianya belum meried.

selanjutnya saya persilahkan beliau masuk dan ahirnya jagongan di teras rumah karena mamang tak suruh masuk tidak mau, oke deh kalau begitu

ahirnya di awal pembicaraan itu saya menangkap nya bahwa belaiu mau mengurus tanah warisan milik bapaknya atu simbahnya teman aku.

sebelum melangkah lebih jauh saya memberikan pengarahan bagaimana cara dan langkah yang harus ditempuh untuk mengurus tanah warisan tersebut.

langkah-langkah yag harus di lakaukan adalah :

  1. memastikan siapa kepemilikan tanah tersebut,
  2. Foto copy surat kepemilikan tanah tersebut (letter c, model d, model e atau sejenisnya)
  3. mengumpulkan semua ahli waris
  4. rencana pembagian tanah warisan
  5. dan selanjutnya saya yang akan menanganinya mengenai pemberkasan lainya misalnya ( permohonan konversi, surat keterangan warisan, surat pemebagian warisan, surat kepemilikan tanah, surat pernyataan kebenaran bahwa ahli waris, ssb warisan, dan lain sebagianya yang terkait dengan pengurusan tanah waris )

Nah ahirnya detik itupun juga langsung meluncur ke TKP untuk bertemu dengan saudara laniya membahas masalah pembgaian warisan dan saya sebagai mediatornya dengan mengundang juga kepala dukuh setempat kami membicarakan maksud dan tujuan mereka berkumpul.

ternyata setelah mendengar dari keterangan sebagian ahli waris memang tanah tersebut rencana mau di urus pembagian warisanya namun kesulitan dalam pengurusanya, karena ada salah satu ahli waris yang susah di hubungi dan tidak karuan rimbanya, padahal orang tersebut yang berinisial gb adalah saudara tua dari pada ayah teman aku, dan disinilah letak kesulitanya dalam pengurusan pembagian warisan tersebut, karena memang untuk membagi warisan tidak semudah yang di bayangkan dan wajib hukumnya semua ajli waris datang dan bersepakat bersama untuk menghasilkan keputusan terkait dengan pembagian warisan tersebut.

dan uniknya lagi kepemilikan tanah tersebut adalah masih atas nama bapak dari bapaknya teman saya, kalau jawanya ya buyut dari pada teman aku. sementara buyut tersebut mempunyai ahli waris 7 orang, dan ketujuh orang tersebut sampai saat ini sudah meinggal dunia semua tinggal cucu dan dari cucu ini pun sebagian sudah ada yang meninggal dunia sebagai gantinya adalah buyut,  nah dengan demikian ahli waris dari si pemilik tanah tersebut adalah cucu dan buyut.

nah ini tentunya akan menimbulkan permasalahan baru terutama dalam pembagian warisan karena apa bisa jadi dari buyut ini tidak menahu bagaimana sejarah dan cerita masa lalu mengenai simbah waktu masih hidup bisa jadi bagian (acungan) tanah tersebut sudah di jual atau disusuki oleh saudara namun tidak ada tanda bukti yang oentik bisa di bilang hanya secara lisan, ini tidak akan menjadi permasalahan jika lau dari ahli waris bisa menerima bagaimana jika tidak bisa menerimanya jelas di pastikan kan menjadi pembagian warisan berdarah bukan,

dan ini pun terjadi di keluarga teman aku yang biasa saya ajak ngancani ngukur,

nah demikian sekelumit pengalaman saya dalam pengurusan sertipikat tanah terkait dengan tanah warisan, mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi kan pengalaman dan wawasan bagi kita semua “dampak molornya membagi warisan tanah” sehingga dengan demikian jangan sampai terjadi di keluarga kita sendiri sangat di sayangkan jika pembagian warisan tersebut berdampak ketidak harmonisan keluarga besar yang seharusnya menikmati dengan kebahagian dari peninggalan harta leluhur nya namun malah justru sebaliknya menjadi hancur lebur berkeping-keping karenanya. tidak ada salahnya kita ingatkan kepada orang tua kita bagaimana kepemilikan tanah yang selama ini di tempati dan membantu mencari solusinya dan jangan sungkan untuk bertanya kepada saya sedapat yang saya bisa dan ketahui kita sharing di blog kesayayangan ini yagak..

dan jangan lupa jika artikel ini sekiranya bermanfaat untuk orang lain tidak ada salahnya untuk di beritahukan kepada teman yang lain bisa melalui facebook, twitter, email dan lain-lain yang sudah saya sipakan di bawah artikel ini dengan menekan tombol tersebut. oke untuk kelanjutan cerita ini nanti dalam perkembanganya akan saya sharing disini tunggu yaa…saya tak kerja dulu by

Apakah kata di bawah ini yang anda cari:

cari orang teman laniya (58), surat pernyataan kepemilikan rumah (45), pembagian tanah warisan (19), surat pernyataan pembagian warisan (16), surat keterangan kepemilikan tanah (12), surat pernyataan ahli waris tanah (10), surat pembagian tanah warisan (10), ssb waris (5), pengurusan tanah yg masih letter d (1), mengurus akta jual beli dari buku leter c (1)

Pengukuran tanah warisan

pada hari sabtu memang paling enak tentunya sama orang-orang yang kita cintai semisal kekasih bagi yang masih dalam penjajakan anak isteri atau keluarga namun sebaliknya saat ini justru malah sebaliknya saya buat untuk mengukur tanah dalam rangka pembagian tanah waris sebelum di daftarkan di kantor pertanahan setempat.

kenapa saya bisa mengukur duluan karena memang kebetulan saya di undang oleh pihak pemerintah desa untuk mengukur pembagian warisan berdasarkan hasil musyawarah keluarga.

diamana mengenai pembagian harta warisan tanah keluarga tersebut memang sudah bertingkat artinya yang menerima harta warisan tersebut adalah berperingkat cucu,

apa sebab yang meneriama harta warisan tersebut cucu kok bukan anaknya langsung tidak lain karena anaknya sudah meninggal dunia dan yang masih hidup saat ini tinggalah cucu, makanya cuculah yang berhak untuk menerima pembagian warisan dari pewaris itu.

terkait dengan pembagian warisan ini termasuk sukses yang pernah kuketahui karena waktu pengukuran di lapangan tidak ada wajah atau kata yang menunjukan ketidakpusan dari masing-masing pembagian harta warisan tersebut.

namun demikian tidak sedikit juga permasalahan pembagian harta warisan diwarnai dengan ketegangan keserakahan dan bahkan terwujud juga dengan kekerasan sehingga kadang-kadang sebagai petugas pengukurpun kadang merinding juga melihatnya, kok bisa ya lawong tanah tinggal bagi dapat tidak usah beli kok ndadak direwangi ora rukun karo sedulur dewe, malah sebalike wong liyo dadi konco sedulur dadi musuh.

mungkin ini pun tidak jauh dari peradaban kita sendiri sebagai orang jawa kadang kalau mau membagi warisan harus menunggu setahunya bahkan lebih sehingga dengan itu justru akan menimbulkan permasalahan terhadap semua ahli waris bisa jadi yang kuat dapat banyak yang lemah manut saja katanya “mati ora gowo bondo” tapi sebagai orang jowopun kita harus ingat pepatah jawa “sedumuk batuk senyari bumi” gara-gara tanah sak pecak wae di rewangi toh pati.

mungkin penulis bisa simpulkan dalam menghindari permasalahan yang timbul akibat pembagian harta warisan adalah seyogyanya orang tua semasa hidupnya sudah di bagikan mengenai bagian harta kekayaanya, sehingga kalau sudah pada waktunya orang tua akan lebih tenang di alam baka ketimambang melihat para ahli waris salain g berebut saling sikut untuk menguasai harta kekayaan tersebut dan tentunya orang tua disana akan menjadi sedih “naudzubillah mindalik”
bagaiamana dengan anda

Apakah kata di bawah ini yang anda cari:

sedumuk batuk senyari bumi (2), arti dari sedumuk bathuk senyari bumi (1), arti sedumuk bathuk senyari bumi (1), arti sedumuk batuk senyari bumi (1), sedumuk batuk sekepel nyari (1), sedumuk batuk sinyari bumi (1)

pengurusan sertifikat tanah

di perjumpaan kali ini kita akan mencoba bahas  mengurus sertifikat tanah dapat mengurus sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tingkat II di kantor pertanahan nasional di kabupaten setempat dengan menyertakan surat-surat kelengkapan pengurusan sertifikat tanah, di antaranya:

  1. Surat Keterangan kepemilkan tanah (letter c, model D, MODEL E (didaerah DIY), atau akta jual beli tanah ( jika tanah tersebut di dapat dari jual beli).
  2. Surat keterangan kepemilikan  fisik tanah yang ditandatangani oleh pemilik batas yang bersebelahan ini biasanya sudah menjadi kelengkapan berkas konversi (di dapat desa setempat).
  3. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yanng masih berlaku dan Kartu Keluarga (KK).
  4. Pemberitahuan Pajak Tahun Bumi dan Bangunan (SPPT ) terakhir.

Jika pemilik tanah sudah meninggal maka pengurusan bisa dilakukan oleh ahli warisnya dengan melengkapi syarat berikut:

  1. Surat keterangan waris yang dikeluarkan oleh Kantor Desa pewaris meninggal,
  2. Surat pembagian warisan yang di tanda-tangani semua ahli waris yang di saksikan oleh dua orang saksi letak tanah berada dan
  3. Surat pernyataan jika ada salah satu ahli waris yang tidak menerima harta warisan, ini juga di saksikan dua orang saksi minimal,
  4. surat pernyataan bahwa kesmua ahli warisa itu adalah benar-benar ahli waris dari si pewaris (orang yang meninggal) pemilikan tanah tersebut,
  5. Selanjunya di buatkan SSB WARISAN (BPHTB) atau istilah gampangnya PAJAK WARISAN. dengan nilai NOPTKP = 300.000.000,-
  6. Setelah semuanya di rasa lengkap silahkan daftarkan ke kantor pertanahan setempat misalnya kantor pertanahan kabupaten sleman.

Setelah itu BPN (badan pertanahan nasional) kota/kabupaten akan melakukan pengukuran tanah. Berdasarkan Standar Prosedur Operasional Pelayanan,

jangka waktu pengurusan ini adalah relatif karena jika tanah tersebut belum pernah di daftarakan pertama kali atau masih letter c, model d, model e, maka disini diberlakukanya pengumuman yang lamanya 2 hari (60 hari ) ini tentunya pengukuran drafting sudah tidak ada masalah secara teknis maupun yurudis dan di pengumuman tersebut sudah di jalaskan mengenai kejelasan subyek, obyek beserta letak tanah tersebut.


Apakah kata di bawah ini yang anda cari:

surat keterangan ahli waris tanah (59), surat tanah letter d (56), proses jual beli tanah letter C (44), sertifikat letter c (41), surat tanah letter c (30), contoh surat keterangan ahli waris tanah (29), sertifikat tanah (29), prosedur pengukuran tanah (28), surat pernyataan ahli waris tanah (26), pengurusan sertifikat tanah (25)

Pemeliharaan Hak atas Tanah

salah satu tugas dari BPN ( badan pertanahan nasional ) adalah memelihara data yang sudah terkumpul di kantor pertanahan sewaktu pendaftaran tanah untuk pertama kalinya bisa jadi pendaftaran tanah untuk pertama kalinya di lakukan dengan serentak ( sistematis ) atau dengan perseorangan ( sporadik ).

nah apa kaitanya dengan Pemeliharaan hak atas tanah :

  1. Dengan adanya pemecahan bidang tanah
    ini bisa terjadi seperti halnya pembagian warisan, hibah sebagian, jual beli sebagian.
  2. Dengan adanya Pemisahan Hak atas tanah
    ini bisa terjadi seperti halnya kepemilikan bersama-sama atas bidang tanah tersebut dan menginginkan untuk di pisah masing-masing atas kepemilikanya atau sebaliknya dilepas kepemilikan tanah bersama untuk di miliki atau di kuasai oleh salah satu pemilik tersebut.
  3. Dengan adanya Penggabungan hak atas tanah
    ini juga sangat kerap sekali terjadi misalnya kepeilikan beberapa bisang tanah tersebut adalah satu orang dan ingin di gabung menjadi satu sertifikat, biasanya ini terjadi di kawasan perumahan /kaplingan ( perluasana lahan ).

nah dengan demikian ternyata setelah pendataan pertama kalinya berkas-berkas lamapun masih bisa di gunakan atau di butuhkan nah sperti inilah yang di maksud pemeliharaan hak atas tanah.

Apakah kata di bawah ini yang anda cari:

penggabungan sertifikat tanah (10), pemeliharaan tanah (2), cara penggabungan sertifikat (1), pecah sertifikat untuk hibah (1), pemeliharaan tanah adalah (1), pemeliharakan tanah (1), proses pemecahan tanah hibah (1), surat hibah k sertifikat (1)