hati-hati beli tanah

tanah adalah aset investasi yang sangat menguntungkan saat ini dilihat dari segi pandang praktis adalah murahnya pemeliharaan, tidak perlu disimpan rapat-rapat, kemungkinan kecil di ambil orang namun demikian tentunya kita harus mempermanenkan batas bidang tanah tersebut,  bisa jadi tanah tersebut jikalau tahu pemiliknya tidak ada di tempat kadang tetangga yang sebelah seeanaknya saja menggerogoti batas bidang tanah tersebut ini sangat sering terjadi terutama tanah yang terletak di sawah atau bisa kita sebut tanah pertanian semisal tanah yang ada di bawahnya biasanya si penggarap selalu nampingi galengan di atasnya dan ini lah yang menyebabkan bergesernya pematang (bukan tanda batas) atau patok batas tanah.

namun demikian untuk investasi tanah tersebut tentunya kita harus perhatikan asal-usul tanah yang mau kita beli, karena apa tidak menutup kemungkinan saking senang pembeli tanah dengan letak posisi tanang strategis tersebut langsung saja dia beli dan anehnya hanya ini di lakukan dengan di bawah tangan saja.

Nah seperti inilah yang selanjutnya akan menimbulkan permasalahan jual beli tanah kedepanya, bisa jadi si penjual tanah tidak mengakui penjualan tanah di bawah tangan sepuluh tahun yang lalu karena melihat sudah melambungnya harga tanah ini saya katakan berdasarkan pengalaman saya untuk mengurus jual-beli tanah tersebut.

sengketa jual beli hati hati beli tanah

Dan adalagi jual-beli tanah menjadi masalah ketika si penjual hidup sendiri alias tidak pernah kawin atau bersuami dan ini dalam pelaksanaan proses jual beli tanah tersebut tentunya tidak ada keluarga persetujuan suami dan isteri.

Namun demikian tentunya si penjual memiliki orang tua (tanpa orang tua tidak mungkin lahir di muka bumi) dan memiliki saudara baik itu saudara laki-laki dan saudara perempuan. terkait dengan hal tersebut wajib bagi calon pembeli untuk memperhatikan semua keluarga si penjual tanah tersebut, karena apa untuk kedepanya tidak menutup kemungkinan ada orang datang untuk menanyakan harta warisan tersebut dengan mengaku bahwa dia ahli warisnya juga.

Berikutnya adalah obyek jual beli tanah apa itu obyek jual beli tanah tidak lain adalah tanah yang di jual itu sendiri artinya apa hendaknya yang di lakukan sebelum pembeli tanah membeli tanah pembeli tanah harus mengetahui dengan pasti letak batas dan tentunya luas tanah tersebut sekiranya keluasan tanah tersebut masih sesuai dengan luas tanah yang tercatat dalam sertifikat tanah tersebut tidak.

Nah untuk mengetahui obyek tanah tersebut yang perlu di lakukan adalah mengecek untuk di lakukan pengukuran ulang yang di laksanakan oleh badan pertanahan nasional di tingkat kabupaten atau bisa di sebut dengan kantor pertanahan setempat. dan disanalah akan terjawab semua mengenai obyek jual beli tanah tersebut dalam masalah atau tidak.

Mudah-mudahan dengan keterbatasan bahasa saya dalam tulisan ini bisa di pahami dan saya sangat senang sekali ada teman yang lebih berpengalaman untuk menambahi atau melengkapi tulisan ini, dan mudah-mudahan untuk kedepan akan kita bahas cara dan syarat pengukuran ulang sebelum di lakukanya jual beli tanah

Apakah kata di bawah ini yang anda cari:

cara membuat sertifikat tanah warisan (109), cara cek sertifikat tanah (89), cek sertifikat tanah (89), cara mengecek sertifikat tanah (80), cara mengurus sertifikat tanah warisan (73), cek sertifikat tanah online (66), cara cek sertifikat tanah online (54), pengurusan sertifikat tanah warisan (42), syarat pembuatan sertifikat tanah warisan (32), contoh isi sertifikat tanah (32)

2 Responses for hati-hati beli tanah

  1. terrios
    October 17th, 2012 | 12:31

    Malam, bisa bantu memberikan pencerahan:

    1)Apa beda status “Tanah Kebun” dan “Tanah Pekarangan” yg tertera di sertifikat tanah

    2)Semisal status sertifikat awal yg akan kita beli adlh Tanah Kebun,..apa bisa saat balik nama lgs diubah jd Tanah pekarangan

    3) Atas penilaian2 apa BPN memutuskan suatu bidang tanah dikategorikan tanah kebun atau tanah pekarangan?

    4) Apa tanah kebun tdk boleh dibangun rmh/hotel/villa,dsb?

    Terima kasih sebelumnya, jika berkenan bisa dibalas via email jg..Salam sejahtera selalu

  2. October 20th, 2012 | 00:22

    @terrios, pagi maaf baru balas
    1) perbedaan tanah kebun dan tanah pekerangan sudah jelas bahwa tanah kebun adalah tanah perkebunan semisal kebun sawit, jati, akasia, kakau sebaliknya pekarangan adalah kawasan tanah kering yang bisanya dikawasan pemukiman dan lebih tepanya adalah anda bisa lihat hall lain dalam sertipikat hal 5 setelah Surat Ukur,
    2) kalau belumada izin ippt/ipt saya kira tidak bisa, karena untuk merubah suatu jenis tanah tegal, sawah menjadi pekarangan harus dengan izin yang sudah di tetntukan oleh perda. sementara itu BPN memutuskan kategori kebun atau pekarangan saya kurang tahu persisnya namun yang jelas sudah ada peta yang menunjukan suatu bidang tersebut D,S atau P.
    selanjutnya mengenai tanah tersebut bisa di bangun yang di maksud di atas sesuai perundangan adalah dengan mengajukan IPPT untk rumah tinggal, IPT untuk Hotel dan Villa.
    sedikit semoga bermanfaat amiin

Leave a reply for : hati-hati beli tanah

 
eXTReMe Tracker
%d bloggers like this: