AJB (akte jual beli)

Dari pada gak bisa tidur saya mencoba menulis berdasarkan pengalaman ane selama melayani masyarakat yang menggunakan tenaga kami mungkin bermanfaat .. bila ada yang berpengalaman/ pernah melakukan transaksi jual-beli tanah bisa menambah/koreksi. Jual beli tanah merupakan hal yang sering terjadi dalam  kehidupan sehari-hari di masyarakat kita.

Apabila antara penjual dan pembeli sudah bersepakat untuk melakukan jual
beli tanah terhadap tanah yang sudah bersertifikat maka beberapa langkah yang harus ditempuh adalah :

Akta Jual Beli (AJB)
Si penjual dan si pembeli harus datang ke Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk membuat akta jual beli tanah. PPAT adalah Pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan membuat akta jual beli dimaksud. Untuk PPAT bisa melalui Camat (PPAT Sementara) dan Notaris PPAT.

Persyaratan AJB,
yang diperlukan untuk membuat Akta Jual Beli Tanah di Kantor Pembuat Akta Tanah adalah :
Penjual membawa :

  1. Asli Sertifikat hak atas tanah yang akan dijual,
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku,
  3. Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun Terahir,
  4. Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga,
  5. Kartu Keluarga.

Sedangkan calon pembeli membawa :

  1. Kartu Tanda Penduduk.
  2. Kartu Keluarga.
  3. Proses pembuatan akta jual beli di Kantot PPAT.

Persiapan Pembuatan Akta Jual Beli.

  • Sebelum membuat akta Jual Beli Pejabat pembuat Akta Tanah melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat ke kantor Pertanahan.
  • Pejual harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah di Bank atau Kantor Pos.
  • Calon pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum.
  • Surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.
  • PPAT menolak pembuatan Akta jual Beli apabila tanah yang akan dijual sedang dalam sengketa.

Pembuatan Akta Jual Beli

  • Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis.
  • Pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi.
  • Pejabat pembuat Akta Tanah membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta.
  • Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli maka akta ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saksi dan Pejabat Pembuat Akte Tanah.
  • Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Kantor Pertanahan untuk keperluan pendaftaran (balik nama).
  • Kepada penjual dan pembeli masing-masing diberikan salinannya.

Bagaimana langkah selanjutnya setelah selesai pembuatan
Akta Jual Beli ?

  • Setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli, PPAT kemudian menyerahkan berkas Akta Jual Beli ke Kantor Pertanahan untuk keperluan balik nama sertifikat.
  • Penyerahan harus dilaksanakan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak ditandatanganinya akta tersebut.

Berkas yang diserahkan itu apa saja ?

  • Surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli.
  • Akta jual beli PPAT.
  • Sertifikat hak atas tanah.
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) pembeli dan penjual.
  • Bukti pelunasan pembayaraan Pajak Penghasilan (PPh).
  • Bukti pelunasan pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

Bagaimana prosesnya di Kantor Pertanahan ?

  • Setelah berkas disampaikan ke Kantor Pertanahan, Kantor Pertanahan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT, selanjutnya oleh PPAT tanda bukti penerimaan ini diserahkan kepada Pembeli.
  • Nama pemegang hak lama (penjual) di dalam buku tanah dan sertifikat dicoret dengan tinta hitam dan diparaf oleh Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk.
  • Nama pemegang hak yang baru (pembeli) ditulis pada halaman dan kolom yang ada pada buku tanah dan sertifikat dengan bibubuhi tanggal pencatatan dan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan atau pejabat yang ditunjuk.
  • Dalam waktu 14 (empat belas hari) pembeli sudah dapatmengambil sertifikat yang sudah atas nama pembeli di kantor pertanahan.

source : tamsasolusi

Apakah kata di bawah ini yang anda cari:

SYARAT MEMBUAT PBB (76), syarat pembuatan pbb (67), akte jual beli tanah (61), surat pernyataan tidak sengketa (43), akte jual beli (41), syarat buat pbb (37), Akta jual beli tanah (35), persyaratan pembuatan PBB (27), pengurusan jual beli tanah (23), surat pernyataan tanah tidak sengketa (23)

156 Responses for AJB (akte jual beli)

  1. July 11th, 2011 | 14:20

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih telah berpartisipasi di blog pengurusantanah.net
    Berdasarkan cerita yang anda paparkan di atas sedikit saya menangkap bahwa atas dasar saling percaya pembelian atas sebidang tanah di atas namakan kakak Ipar walaupun sesungguhnya dalam prakteknya pembelian di lakukan dua orang. naah kadang memang cerita seperti inilah yang kerap sekali terjadi di dalam masyarakat yang pada ahirnya menjadi sumber masalah.
    namun ini tidak akan terjadi masalah mana kala kedua beleh pihak saling menyadari dan bisa berkomunikasi dengan baik, saran saya cerita sperti ini seyogyanya jangan sampai terjadi karena apa pikiran orang setiap detik selalu berubah mudah-mudahan kakak ipar tidak termasuk disini heheheh…apalagi ente tahu sendiri secara hukum sertifikat tanah mutlak milik kakak ipar, anda perlu tahu azas Hak Milik atas bidang tanah bahwa adalah kepemilikan tanah tersebut bersifat turun temurun artinya walaupun si pemilik sudah meninggal tanah tersebut menjadi milik ahli waris, anda bisa membayangkan sendiri jika lau si anak kakak ipar tidak tahu menahu bahwa kepemilikan tersebut di beli secara bersama-sama, bisa jadi anak kakak ipar menyangkalnya bukaaan …?

    bukan maksud menakut-nakuti ente lo…
    tapi ente jangan kwatir semua masalah pasti ada penyelesainya bukaan…
    mengenai kakak ipar mau jual tanah sebagian yang sesungguhnya menjadi haknya itu itu langkahnya adalah sebagai berikut :
    yang pertama sertifikat tanah tersebut bisa di ajukan ke kantor pertanahan setempat dengan permohonan pemecahan sebagian untuk di jual beli tentunya pemecahan tersebut dengan kesepakatan MOU anda waktu pertama kali yaitu 50-50 terus
    yang kedua adalah setelah pemecahan terlaksana tentunya sertifikat tersebut menjadi dua sertifikat dengan keluasan yang telah anda tentukan adalah melakasanakan balik nama masing-masing, untuk masalah balik nama anda bisa menggunakan jasa PPAT (sementara yaitu kecamatan) atau Notaris PPAT di wilayah ente, atau jika tanah ente di jogja ane bisa bantu untuk mengurus balik namanya di jasamengurustanah.com hehehe promosi ente bisa baca kembali prosesnya mengenai jual beli tanah di atas.
    semoga bermanfaat,
    salam kenal

  2. jasa16
    July 11th, 2011 | 14:34

    Ohya ada yang kelupaan pemecahan yang di lakukan menjadi dua sertifikat tersebut keduanya masih atas nama kakak ipar semua, nah waktu itulah selanjutnya dilakukan proses balik nama masing-masing, selain jasa mengurus tanah ane juga ahli dalam pengukuran nya lo heheh promosi lagii…

  3. bu Jenny
    July 13th, 2011 | 09:12

    Saya punya pengalaman yang sangat menarik, yang selama ini rupanya menjadi acuan peraturan dikalangan notaris dan legal perbankan , yang ternyata selama ini salah ditafsirkan.
    Ceritanya begini, Saya adalah seorang janda yang ditinggal mati suami kira kira 5 tahun yg lalu. Dalam pernikahan ini (kami nasrani), karena kebetulan saya bekerja, maka penghasilan saya pribadi ,saya invest untuk mencicil rumah KPR.
    Karena merupakan hasil kerja sendiri maka proses kredit, akta jual beli sampai sertifikat semua menggunakan nama saya sendiri, tanpa melibatkan nama suami.
    Dalam pernikahan tsb kami di karuniai seorang anak berusia 5 ,5 tahun.
    Singkat cerita, sekarang saya membutuh kan modal kerja , maka saya mengajukan sertifikat rumah tersebut sebagai agunan..
    Tapi ketika keesokan harinya akan dilakukan akad kredit pencairan, saya kaget ketika marketing bank tsb menyatakan bahwa, sertifikat yg saya ajukan tersebut harus melampirkan surat keterangan ahli waris, dan harus melalui serangkaian proses pengesahan pengadilan dan notaris untuk mensahkannya.

    Saya terbingung bingung sebab sertifikat tsb maupun akta jual belinya mutlak atas nama saya sendiri tanpa mencantumkan nama almarhum suami. Dalam pengertian saya, maka saya berhak untuk melakukan aktifitas hukum jual beli tanpa perlunya balik nama waris dll.
    Akhirnya saya putuskan, membatalkan proses aplikasi kredit modal kerja tsb, dan menarik semua berkas berkas yang ada. Karena setelah di hitung hitung semua modal kredit yg diajukan habis untuk proses surat waris tsb.
    Dengan tehnologi internet saya kemudian borowsing dan mencari aturan aturan hukum mengenai proses jual beli rumah/tanah dan sertifikat yang diagun kan.

    Ternyata ada satu paragraph yakni Point C dari peraturan BPN tsb berbunyi sbb :

    Dalam hal Suami/Istri atau keduaduanya yang namanya tercantum dalam sertifikat sudah meninggal dunia, maka yang melakukan jual beli tsb adalah ahli warisnya.
    Data yang diperlukan adalah surat keterangan waris…dst

    Sepengetahuan saya yg disebut ahli waris adalah anak saya yg masih berusia 5,5 tahun.
    Dan sangat disesalkan apabila paragraph ini dibaca baik baik maka saya sebagai istri yang mana nama saya sendiri tercantum atas sertifikat tsb Tanpa nama suami (Suami/Istri atau kedua duanya) berhak untuk melakukan tindakan hukum jual beli atau agunan sebab saya masih hidup!
    Lucunya para legal dan notaris di bank ini menganggap saya istri yang masih hidup dan namaya mutlak tercantum sebagai pemilik sertifikat tersebut dianggap sebagai ahli waris, dan harus membuat surat keterangan waris.

    Saya hanya mengeluh dalam hati , betapa sulitnya janda janda yang mempunyai kasus yang sama seperti saya.dan ingin menyambung hidup dengan modal kerja yang tidak seberapa, hanya karena kekurang telitian seorang Legal officer di bank terkemuka.
    Atau mungkin , maaf saja, ini akal akalan dari pihak notaris untuk mendapatkan income lebih atas pengurusan surat surat waris yang notabene akan menelan biaya jutaan ?

    Terima kasih untuk para pembaca, salam hormat saya

  4. jasa16
    July 20th, 2011 | 16:00

    Sebelumnya terimaksih bu atas atensinya, dan saya minta maaf agak lama meresponya karena keterbatasan waktu, sayangnya ibu belum meneyebutkan waktu jual beli itu apakah suami ibu masih hidup apa sudah meninggal, memang betul adanya jika lau pembelian tanah tersebut suami ibu masih hidup itu dianggap harta gono-gini ( harta bersama ) walaupun pembelian tanah dengan memakai uang ibu semunya, namun sebaliknya jika proses jual beli tersebut suami ibu sudah meninggal tentunya ini tidak harta bersama lagi, yang jadi pertanyaan adalah jika jikalau proses jual beli itu di laksanakan semasa suami ibu masih hidup maka harta tersebut adalah harta gono-gini. artinya jika ingin melakukan perbuatan hukum seperti tersebut di atas harus ada persetujuan suami, dan jika sudah meninggal maka diganti oleh semua ahli waris (semua anak ibu) dengan di buktikan dengan surat keterangan warisan yang di buat oleh desa/kelurahan setempat berdasarkan bertempat tinggal terahir suami ibu meninggal

  5. budi
    July 29th, 2011 | 02:15

    Sebetulnya jual beli rumah tanpa ada ahli waris sah atau tidak secara hukum ?
    jwb :
    maaf baru menjawab karena keterbatasan waktu saya
    menanggapi mengenai pertanyaan anda tentunya jika yang punya tanah atau rumah sudah meninggal dunia tentunya penguasaan dan kepemilikan rumah tanah tersebut menjadi milik ahli waris jika demikian maka jual beli tersebut harus di lakukan oleh ahli waris nya, namun sebaliknya jika masih hidup maka cukup dengan persetujuan suami atau isteri

  6. August 13th, 2011 | 06:37

    kel,saya mempunyai masalah,,,ada 2 masalah mengenai tanah,ayah saya membeli tanah di kota lain krn da keperluan bisnis ayah saya meminjam uang pada orang,kebetulan org tersebut tertarik pada tanah ayah saya,ayah saya da masalah dlm kerjaannya dipindahkan ke kota lain ,ayah saya menyimpan surat tanah tsb kepd org itu dgn alasn org itu tdk pcy pd ayah sy,tp setelah hr kemudian org tersebut ingin menguasai tnh tersebut ats nm dia,,sedangkn surat tanah da ditangannya ,upaya pa yg hrz kmi lakukan untuk mempertahankan tnh tsb,,masalah ke 2 di tempat kerja ayah saya yg ru byk mafia yg menjebak ayah saya sehingga ayah saya kena masalah,,khwtir tanah rumah kami di sita pa yg hrz kmi lakukan untk mempertahankan rumah kami,harta yg tersisa

    jawab :
    Selama tidak ada perjanjian hitam di atas putih semisal perjanjian jual beli tanah atau kuasa menjual tanah dari bapak anda ke orang yang di maksud maka tanah tersebut tidak bisa di proses balik nama.
    Upaya yang anda lakukan adalah menemuinya dan membicarakan serta menyelesaikan urusan pinjam-meminjam ayah anda terkait dengan pinakamanya dengan tanpa harus melepaskan tanah milik bapak anda.
    demikian saran saya dan ada kurangnya saya minta maaf serta atas keterlambatan saya dalam menjawab dan salam kenal

  7. farida
    August 22nd, 2011 | 02:48

    Saya seorang ibu rumah tangga mempunyai tanah yg dibeli dari ayah saya, total luas tanah yg saya miliki 180 m2 sedangkan tanah tersebut sebagian seluas 90 m2 milik saudara saya yg dibeli dari ayah. namun tanah tersebut masih berstatus petok D atas nama ayah saya. yg saya tanyakan bagaimana caranya supaya saya ingin megurus sertifikat atas nama saya sendiri dan memecah tanah tersebut? kemudian bagaimana status huku untuk status tanah petok D?

  8. haru
    August 22nd, 2011 | 11:55

    Saya mau nanya apabila saya membeli tanah kepada bibi misalnya dengan cara kredit apakah hak milik berpindah ketika selesai kredit dan apakah harus dituangkan dalam surat jual beli?.Apakah sura jual beli sah apabila tidak dihadiri petugas PPAT jd cm td tangan pembeli penjual dan saksi…saya tunggu jawabannya…makasi

    jawab :
    semestinya di buatkan perikatan jual beli sebelum terjadinya jual beli yang sesungguhnya artinya antara hak dan kewajiban pihak penjual dan pembeli telah terpenuhi.
    yang kedua lebih pas jika di sebut dengan kwitansi pembelian dimana disana hanya di hadiri pihak pembeli dan penjual berikut saksi-saksi

  9. jasa16
    September 12th, 2011 | 16:58

    maaf bu saya baru bisa menanggapi pertanyaan ibu karena memang blog ini dalam masalah hosting yang sempat bermasalah..
    terkait dengan pertanyaan ibu bahwa bagaimana cara mengurus tanah tanah yang masih petok D dan memecahnya menjadi nama ibu ?
    sayangnya ibu tidak menyebutkan bapak masih hidup apa sudah meninggal..
    kita anggap bapak masih hidup untuk pemrosesnya ibu harus mendaftarkan tanah seluas 180 m2 ke bpn (badan pertanahan nasional) dengan permohonan pertama kali atau bisa di sebut dengan konversi murni.
    mengenai pemecahanya ibu bisa menunggu proses konversi tersebut selesai dan menjadi sertifikat tanah masih atas nama bapaknya ibu dan selanjutnya tanah tersebut di daftar kembali untuk di pecah menjadi dua bagian dengan luasan yang di inginan dengan alasan di jual atau hibah sebagian kepada saudara anda, atau bisa jadi dijual atau hibah kedua-duanya.

    dan menganai status hukum petok D adalah bukti kepemilikan tanah yang di terbitkan oleh pemerintah DIY (daerah istimewa yogjakarta) yang di tuangkan dalam surat otentik dimana di dalamnya juga sudah ada gambar situasinya artinya kejelasan batas letak serta luaspun sudah jelas…dan setelah di berlakukanya UUPA maka tanah hak adat tersebut harus didaftarkan ke kantor agraria untuk di konversi menjadi sertifikat tanah sehingga kedudukan sertifikat tanah bersifat nasional. artinya di indonesia hanya ada bukti hak atas tanah otentik berupa sertifikat tanah yang bersampul garuda pancasila bukan kedaerahan lagi semisal model d

  10. Kang Eden
    September 13th, 2011 | 06:23

    Salam Hormat

    saya Deni sangat mendukung blog ini, semoga lebih bisa bermanfaat.
    Saya mau nanya. saya membeli beberapa bidang tanah di daerah cianjur dimana status tanah masih tanah girik (tidak ada surat2 tanah) hanya bukti bayar PBB aja. kalau saya mau buat AJB s/d Sertipikat bagaimana prosedurnya……
    atas bantuannya saya ucapkan terima kasih

    jawab :

    PBB bukan surat kepemilikan tanah seyogyanya anda harus cari tahu kepemilikan tanah girik tersebut di kantor desa bisa jadi dengan membawa bukti bayar pbb, paling tidak perangkat desa terkait bisa dijadikan refrensi keberadaan tanah tersebut dengan dasar bukti bayar PBB, sehingga dengan demikian tentunya akan ketahuan letak, pemmilik bidang tanah tersebut.
    dengan dasar kepemilikan tanah tersebut anda bisa mengajukan permohonan sertifikat tanah dengan cara konversi (pendaftran tanah pertama kali) dan selanjutnya setelah sertfikat tanah itu jadi bisa di lanjutkan dengan jual-beli untuk balik nama tanah tersebut.

    salam hormat

  11. Syaiful
    December 2nd, 2011 | 06:53

    ortu membeli tanah hanya dg kertas segel bergambar garuda,saat ini sudah jadi rumah,bukti surat" rumah saat ini hanya:PBB,Bukti kertas segel jual beli.kwitansi jual beli atas nama ortu.orang yg jual tanah saat ini tidak terpantau tempat tinggalnya.rumah tersebut akan saya beli .anak ortu 8 org ,saya anak bungsu.bagaimana agar rumah bisa balik nama saya.terima kasih

    Jawab :
    Maaf mungkin baru bisa menjawab karena kesibukan darat jadi jarang onlie hehehe maklum..
    terkait dengan pertanyaan anda bahwa yang di maksud dengan kertas gambar garuda itu adalah segel jaman dahulu kala yang sekarang sering disebut dengan matrei..terkait dengan balak nama dari anak keorang tua itu bisa di urus dengan hibah jika orang tua anda masih hidup namun sebaliknya bisa dengan turun waris jika orang tua anda sudah meninggal…
    namun demikian ada yang lebih penting lagi yaitu kepimilikan tanah dari penjual pertama ke orang ttua anda, apakah sudah di balik nama ke orang tua anda ?

  12. amrin
    December 21st, 2011 | 06:56

    mo nanya nehh,,,,,
    gmn cara pengurusan akta jual beli tanah, jika sertifikat asli dari pemilik tanah tersebut hilang/gag d ketahui keberadaanya?? apa gag bisa d urus dengan kwitansi pembelian dan PBB??
    klo gag bisa, lantas bgmn cara yg harus saya tempuh, untuk mengurus kelengkapan surat tanah saya? mohon jawabannya,,,
    terima kasih,,,,

    jawab :
    bagaimana bisa di balik nama jika sertifikat tanahnya hilang? artinya anda harus mengurus sertifikat tanah yang hilang tersebut, setelah itu baru anda bisa balik nama.
    terkait dengan sertifikat tanah yang hilang anda bisa mengurus di BPN dengan permohonan sertifiat pengganti karena hilang, adapun syarat-syarat sertifikat tanah hilang adalah bukti kehilangan dari polres dan lain-lain

  13. April 13th, 2012 | 19:59

    jaket kulit…

    [...]akte jual beli tanah | PengurusanTanah.NET[...]…

  14. April 30th, 2012 | 02:37

    menyambung pertanyaan pak. ketika sudah diketahui pemilih tanah girik tersebut (referensi pembelian tanah dari tetangga desa), maka apakah tetap si pemilik tanah girik harus mensertifikatkan tanahnya terlebih dahulu baru dilakukan jual beli dengan kita? atau bisa dilakukan jual beli dan diketahui perangkat desa setempat kemudian dilakukan sertifikasi tanah atas nama kita selaku pembeli tanah tersebut? mohon pencerahannya pak. terimakasih :)

    jawab :
    maaf @catur baru sempat membuka blog karena keterbatasan saya dan banyak job untuk segera terselasaikan…
    terkait dengan pertanyaan anda bahwasanya pembelian tanah setelah tahun 1984 maka jual beli selanjutnya dilakukan di hadapan notaris baik notaris ppat atau notaris sementara (Notaris kecamatan yang di tunjuk oleh kapala BPN) DAN ini tidak berlaku setelah tahun 1984 di lakukan dikantor desa yang dahulu kala disebut Putusan Desa.

    Sebaiknya tanah girik tersebut di sertipikatkan terlebih dahulu baru di balik-nama oleh kepada anda, karena Notaris PPAT belum bisa melaksanakan tugas sesuai kewenanganya sebelum tanah tersebut jelas baik secara yuridis maupun secara fisik.
    Demikian sedikit yang aku tahu dan saya tidak menutup diri kritik dan saran yang membangun untuk diri saya pribadi dan pengunjung pengurusantanah.net tercinta ini.
    semoga bermanfaan happy blogging

  15. May 15th, 2012 | 16:45

    Bapak/Ibu yang saya hormati: Saya sudah memiliki sertifikat dgn nama saya, sudah ada Imbnya,dan sudah ada akta jual belinya, tetapi notaris dari penjual tidak memberikan saya PBBnya lewat developer, Bisakah saya mengurus PBB sendiri< kemana saya harus mengurus PBB dan syarat2 apa saja untuk mengurus PBB…? terimakasih, salam kenal

    jawab
    Sebelumnya terimakasih atas perhatianya dan saya hanya bisa bilang maaf baru bisa menjawab ini harap maklum bapak/ibu. okey terkait dengan pertanyaan bapak/ibu mengenai

    bagaimana mengurus pbb

    sebelumnya saya inginsedikit cerita bapak/ibu saya sendiri juga begitu 3 tahun lalu saya di titipi tuhan semesta alam untuk sekedar di pinjami selama di dunia ini sebuah rumah tanah yang persisi ibu katan tersebut, namun ternyata pbb nya masih atas nama pemilik lama dan bahkan sudah 3 orang baru saya.
    bagaiamana cara mengurusnya adalah sebagai berikut :
    1. ibu datang langsung ke kantor pratama pbb setempat
    2. mengisis blanko permohonan pemecahan pbb
    3. jangan lupa membawa foto copy pbb lama
    4. Foto copy sertpikat yang baru atas nama bapak/ibu
    5. setelah berkas sudah tidak ada masalah pebagai Pratama pbb akan mensurvei tanah bapak/ibi (peninjaun lokasi)
    6. ibu tunggal menunggu hasilnya.

    demikian sedikit cerita mungkin ada teman blogger atau teman notaris yang mau menambahi silahkan siapa tahu dapat job disini hehehhe

    salam kenal juga

  16. sya
    July 11th, 2012 | 04:26

    saya mau tanya,, dulu 7 tahun yang lalu orang tua saya membeli sebuah rumah, kesalahan dari orang tua saya adalah mereka tidak pindah nama sertifikat kepemilikan atau membuat akta jual beli,, sekarang sebagai ahli waris dari orang tua saya ingin mengurusnya,, kalau boleh tau bagaimana cara mengurusnya, karena saat ini pemiliknya yang suami sudah meninggal dan istrinya sudah pindah dan saya tidak tau kepindahan mereka kemana? solusinya seperti apa?? mohon bantuannya??

  17. July 13th, 2012 | 16:58

    @sya sudah ada tuh diatas

  18. Nona
    July 20th, 2012 | 02:44

    Pak, saya mau tanya. Saya akan beli rumah dari seorang janda, saya tidak tahu apakah yang nanti tanda tangan di AJB juga janda tersebut atau bukan.
    Apakah akan ada masalah bila saya membeli rumah dg sertifikat atas nama janda tsb, atau surat surat apakah yg diperlukan oleh penjual ini, supaya pd waktu AJB berjalan lancar.
    Bgmn cara saya bisa tahu apakah rumah ini dalam sengketa atau tidak?
    Lalu bukti pembayaran PBB yang diperlukan apakah 1 tahun terakhir cukup? Bukankah 5-10 tahun terakhir?Bagaimana kita tahu kalau pajak2 sebelumnya sudah dilunasi atau belum?
    Atas tanggapannya saya ucapkan terima kasih

  19. July 20th, 2012 | 06:38

    @nona Sebelum membeli rumah atau tanah sebaiknya sudah pasti sipemilik tanah tersebut, mengenai tanda tangan akte jual beli ada persetujuan suami maupun isteri, dan jika pemilik tanah janda maka janda di tinggal mati apa janda cerai. yang saya tahu untuk daerah jogja tepatnya di sleman yang di butuhkan adalah 5 tahun kebelakang dan untuk mengetahui pbb sudah di bayar atau belum nona bisa minta prinout di kantor kpp pbb setempat.
    demikian singkat penjelasan jika kurang silahkan tinggalkan komentar, dengan senang hati saya akan menjawab sebisa saya.
    sama-sama terimakasih

  20. Nona
    July 21st, 2012 | 01:27

    Terimakasih buat replynya.Sy akan beli rumah di SBy,sdh sepakat unk AJB bln dpn,sertifikat sdh diserahkan ke notaris.Saya cek ke notaris,sertifikat tsb ditulis an Ny Janda,yg berarti dibeli setlh kematian suaminya.Kata staf notaris tsb,bila sdh dibeli setlh suami meninggal itu bukan hharta gono gini,jd tdk perlu surat ket waris,persetujuan ahli waris (anak2 jg),srt kematian.Apa ini betul ya Pak?Bgmn menrt Bpk perlukah dicek historynya jg, dan mnt persetujuan anak2?Yg sy kawatirkan,bila di kmd hari ada anak2nya yg menuntut atau masalah lain spt ada masalah wkt balik nama.
    Trmkasih.

  21. July 22nd, 2012 | 21:34

    harta gono-gini adalah harta yang di dapat (beli) sewaktu masih hidup, dan surat kematian itu fungsinya adalah untuk membuktikan bahwa memang betul-betul sudah janda, bagaimana bisa seorang yang sudah meninggal dunia bisa ttd persetujuan jual tanah.
    hostory bisa di cek di buku tanah kapan sijanda dapat sertipikat tersebut dengan membandingkan dengan surat kematian suami,
    dan menurut saya pribadi yang hubunganya dengan ketenangan dan kenyamanan tidak ada salahnya anda minta persetujuan dari ahli warisa sebagai saksi di kwitansi jual-beli tanah (internal anda).
    bagaimana Nona sudah tenangkah

  22. fidel
    August 2nd, 2012 | 08:39

    selamat sore pak,

    saya ada rencana mau membeli tanah, status tanah itu “Surat Akte Jual Beli” ini apa maksudnya ya? lalu apakah tanah dengan status seperti ini bisa dilanjutkan utk menjadi sertifikat hak milik? bagaimana caranya?

    beresiko tidak membeli tanah dengan status “Akta Jual Beli”

    Terima kasih

    Fidel

  23. August 7th, 2012 | 12:26

    @fidel
    pagi pak fidel saya sendiri pemahaman dari surat akte jual beli adalah pemilik tanah hanya memiliki surat jual beli yang artinya pemilikan tanah tersebut dia dapat dari jual beli namun belum di daftarkan ke kantor pertanahan nasional setempat, sehingga pemilik tanah hanya memegang surat akte jual beli.
    terkait dengan menjadi sertipikat hak milik tergantung dari status hak tanah tersebut. sehingga memang jual beli tidak berhenti atau selesai disitu memang harus di daftarkan ke kantor pertanahan setempat sehingga jelas kepemilikan tanah tersebut.
    jual beli tanah yang belum sertipikat tentunya ini sangat berisiko, karena untuk proses sertipikat tanah tersebut masih melibatkan pemilik tanah yang lama.
    diantaranya adalah jika pemilik tanah lama sudah meninggal maka harus di urus duu turun warisnya dulu baru bisa di balik nama ke atas nama fidel

    demikian tanggapan saya mudah-mudahan bisa di pahami dan selamat pagi..
    salam

  24. adi
    October 5th, 2012 | 17:32

    Saya mau nanya dong, saya mau membeli tanah tapi hanya sebagiandi daerah jakarta. Namun suratnya masih Verponding.. Yang mau saya tanyakan:
    1. Bagaimana merubah menjadi sertifikat tapi hanya atas tanah yang mau saya beli ? Sedangkan sisa nya tidak dibuat alias masih sama ( Verponding)
    2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan menjadi SHM?
    Thx, dan mohon dijawab

  25. farus
    October 13th, 2012 | 09:33

    pak pembuatan ajb berapa lama ya?

  26. Vonny Natalina
    November 16th, 2012 | 16:22

    Tolong tanya suami saya mempunyai sebidang tanah petok D yang dibeli tahun 1979. Dua tahun yang lalu diuruskan ke biro jasa dan ternyata sudah ada orang lain yang mendaftar atas tanah tersebut tetapi tidak bisa diproses karena surat-2nya tidak lengkap dan palsu. Sebaiknya langkah-2 apa yang harus suami saya tempuh untuk bisa memproses pengurusan sertifikat ini? Terima kasih.

  27. ryanto
    November 21st, 2012 | 10:44

    Pengasuh…. saya membeli rumah didaerah ciledug, dan baru ttd AJB, namun info dari teman2x yg sudah ajb. Bea AJB dan BBN di ambil flat 6 juta, apakah wajar bea tersebut.
    apakah ada UU yang mengatur tentang bea AJB & Balik nama.
    Mohon pencerahan nya.

  28. November 23rd, 2012 | 04:41

    Karena alas hak nya masih model D (letter C)/ Verponding sebaiknya anda dan suami langsung datang aja ke kantor desa setempat karena untuk konfirmasi mengaenai kepemilikan tanah tersebut

  29. December 31st, 2012 | 00:59

    saya ingin menayakan .nama saya dedi effendi saya mendapatkan warisan dari kluarga ayah saya tanah seluas 800 ha .surat waris tersebut sudah di tanda tangani oleh orang tua saya dan kades dan saksi saksi lain nya .tapi surat tersebut masih giris gimana kekuatan surat waris yang saya miliki sekarang

  30. Eric Fradika
    January 9th, 2013 | 03:03

    saya eric mau menanyakan,kami akan direlokasi di suatu tempat oleh pemilik tanah yang kami tempati sekarang dan pemilik menjanjikan akan memberi rumah pengganti.masalahnya begini kami ingin direlokasi namun sertifikat tanah yang akan kami tempati yang baru belum terbit dan kami hanya akan diberi oleh notarisnya surat ajb sebagai pegangan sementara,nah itu bagaimana?sudah kuatkah surat itu sebagai bukti kepemilikan sah rumah & tanah yang akan kami tinggali yg baru itu?lalu apa saja bukti yang kuat jika kami nantinya sudah pindah ke rumah yang baru namun kekawatiran kami kedepannya kami hanya tinggal sementara disitu.trims

  31. January 9th, 2013 | 12:38

    @saefudin
    itu sudah melanggar perjanjian artinya pihak II dengan sengaja melakukan wanprestasi kalau seperti itu kasusnya sudah diluar pembahasan mengenai jual beli tanah.

    @dedieffendi
    saya kurang paham mengenai surat tersebut masih giris, apa yang dimaksud giris itu adalah mengenai kepemilikan tanah girik? sebaiknya tanah tersebut dimohonkan dengan permohonan turun waris dengan melampiri data pendukung anda bisa lihat di link berikut : http://jasamengurustanah.com/pembagian_waris_belum_sertipikat_produk9.html
    dan mengenai kekuatan waris tersebut selama itu sudah menjadi kesepakatan dari semua ahli waris sudah kuat adanya namun saya sarankan secepatnya di proses tanah warisan tersebut, karena di kwatirkan dengan berjalanya waktu bisa jadi dari salah satu waris ada yang meninggal artinya itu surat keterangan waris tersebut harus di ganti ahli waris si peninggal.

  32. January 9th, 2013 | 12:48

    @Eric Fradika
    perjanjian jual-beli atau sering orang menyebut perikatan jual beli itu sah-sah saja namun, sebaiknya anda harus tau persis mengenai pemilik tanah dan rumah yang rencana anda tempati jelas, jangan sampai kedepan anda mengalami permasalahan baru dengan belum jelasnya pemiliknya yang mungkin saja sudah meninggal atau tidak jelas rumah tinggalnya, perlu diketahui bahwa Sebuah Akte Jual beli akan dibuat mana kala persyaratan khusus sudah di penuhi misalnya transaksi sudah beres, obyek, subyek jelas dan yang paling krusial adalah batas-batas tanahnya jelas.
    demikian sedikit tanggapan semoga bermanfaat

  33. January 11th, 2013 | 01:46

    bpk pengurus tanah,saya mau tanya.3 tahun yang lalu saya membeli sebidang tanah milik tetangga saya.karena saling percaya saya hanya menerima kuitansi pembelian tanpa bertanya lebih detail sertifikatnya.kemarin hari,saya berencana balik nama sertifikat tersebut,setelah saya tanya tetangga mengaku jika sertifikatnya sudah diagunkan ke bank.bagaimana solusi agar saya mengetahui keberadaan sertifikat tsb,apakah bisa saya meminjam sertifikat tersebut kebank yg bersangkutan sekedar hanya di foto kopi saja. terimakasih sebelumnya

    jawab:
    @dian yang terhormat, untuk mengetahui keberadaan sertipikat tersebut kalau memang benar di anggunkan ke bank itu artinya sertipikat tersebut di simpan di bank dimana ia pinjam, dengan di bebani hak tanggungan.
    saran saya dian dwi harus mengajak pemilik tanah untuk mengcopy sertipikat tersebut, kalau dari pihak bank tidak mengizinkan bisa dengan melibatkan notarisnya yang membuat APHT nya.

  34. ringga
    January 20th, 2013 | 03:59

    Dengan Hormat,
    mohon pencerahannya,
    Ayah saya membeli Tanah seluas 100m2 dari sebagian tanah Bapak C seluas 2000m2 pada tahun 1991 dengan referensi Petok D waktu itu. ada sertifikat jual beli yang ditandatangani oleh kelurahan, penjual, dan pembeli (ayah saya), dan diterbitkan lah petok D seluas 100m2.
    saat ini, tanah ini disengketakan karena ternyata sertifikat tanah seluas 2000m2 sudah ada sejak tahun 1983 (sebelum terjadinya jual beli), dan sertifikat tersebut saat ini disita bank karena penjual tanah memiliki hutang.
    bagaimana posisi tanah ayah saya tersebut? apakah tidak bisa diperjuangkan? dan apakah jika di peradilan kan dapat dimintakan pertanggung jawaban ke pihak ahli waris penjual? (Bapak C sudah meninggal)
    mohon pencerahannya,
    terima kasih

  35. January 21st, 2013 | 05:36

    @ringga
    sangat menarik gan ceritanya, posisi tanah anda saat ini memang masuk dalam sengketa tanah tersebut, dan dalam pengurusanya mestinya anda harus bisa mengeluarkan sertipikat tanah tersebut dari bank tentunya dengan memenuhi hak dan kewajiban debitur sehingga sertipikat tersebut tidak dalam tanggungan dan selanjutnya anda mohonkan kekantor pertanahan setempat untuk pemecahan sesuai tanah yang anda beli

  36. ringga
    January 21st, 2013 | 13:44

    Dengan Hormat,

    berarti, apakah akta jual beli yang dilakukan ayah saya pada tahun 1991 tersebut tidak berlaku? dan status Petok D tanah ayah saya juga gugur? sekarang tanah tersebut ada ditangan pembeli baru dan mengharuskan ayah saya “membeli” lagi tanah seluas 100m2 tersebut, yang notabene sudah ada akta jual beli pada tahun 1991.
    mohon pencerahan gan..

  37. andika
    January 27th, 2013 | 13:20

    saya mau tanya.keluarga kami mempunyai tanah petok D seluas 5000m2.tanah ini atas nama kakek buyut.tetapi petok D yang asli hilang.permasalahan timbul karena saat ini tanah tersebut dalam penguasaan sebuah developer.katanya mereka memliki bukti tanah itu sudah di jual kepada mereka tetapi entah siapa yang menjual.dan tanah ini sudah berpindah tangan dua kali.kabarnya ada petok D ganda atas nama orang lain.
    orang tua saya adalah generasi ketiga yang mencoba mengurus tetapi karena kendala biaya sehingga kami sulit mengurusnya.
    setelah kami cek di kelurahan leter C masi atas nama kakek buyut.
    apakah kami dapat menuntut tanah ini sebagai ahli waris?dan bagaimana peluang kami untuk mendapatkan hak kami?

  38. January 27th, 2013 | 15:27

    @andika, kepemilikan tanah yang syah dalah kepemilikan yang di buktikan dengan bukti outentik seperti seperti yang anda ceritakan diatas, artinya secara yuridis kepemilikan tanah tersebut masih atas nama kakek buyut setelah anda cek di kantor desa setempat, anda gak menuntut secara otomatis anda adalah ahli waris dari dari kakek buyut anda tentunya juga dengan bukti otentik yang di syahkan oleh pejabat yang berwenang dan syarat-syarat dalam pengurusanya anda bisa klik link ini pengurusan tanah warisan sebagai gambaran.

    terkait dengan hak tentunya juga berbanding lurus dengan kewajiban seorang ahli waris : hak ahli waris adalah anda berhak dengan harta peninggalan pewaris, dan sebaliknya kewajiban seorang ahli waris adalah memenuhi kewajiban si pewaris termasuk juga hutang piutang dan bila di mungkinkan benar adanya mengenai jual beli atas pewaris juga menjadi urusan ahli waris, silahkan di bicarakan dengan yang mengaku pembeli dimasa pewaris. demikian semoga bisa di mengerti,

    salam

  39. fauzan
    February 18th, 2013 | 10:59

    mau tanya perbedaan ajb dan shgb?
    kalo mau proses dari ajb ke shgb berapa lama dan berapa biaya nya?

  40. eko
    February 21st, 2013 | 03:52

    pak, kalau sertifikat sudah di tangan, AJB diserahkan juga ke pembeli atau tetap di simpan di BPN dan di Kantor PPAT?
    Bukankah pembeli juga berhak punya AJB?
    Tks

  41. February 21st, 2013 | 09:18

    @eko ya pembeli juga berhak mendapatkan salinan ajb tersebut, untuk yang asli tetap sebagai warkah di kantor pertanhan dan diarsipkan oleh ppat yang membuatnya

  42. February 21st, 2013 | 09:21

    perbedaanya adalah ajb (akte jual beli) dan shgb (sertipikat hak guna bangunan)

  43. May 13th, 2013 | 03:26

    saya mau buat sertifikat tanah yg sebelumnya AJB atas nama saya,, daerah kunciran biayanya berapa yaaa.

  44. Nella Restu Dhaniewanti
    May 30th, 2013 | 03:38

    untuk mengurus AJB spy slesai yg baiknya gmn ya? mengingat tanah ibu sy di depok, sdh lama tak diurus, pajaknya pun msh nyatu sm yg punya tanah dulu. pengennya jual begitu aja, soalnya memang ga sempat utk mengurusnya.

  45. ERNA
    June 5th, 2013 | 07:17

    Slmt siang.

    saya membeli sebidang tanah pada tahun 2010 dan baru buat AJB tahun 2013. Luas tanah pada GIRIK 240 meter persegi dan luas tanah pada PBB 406 meter persegi. Yang mau saya tanyakan luas tanah saya di bukukan dalam girik itu hasilnya minus (over) dari keduanya. secara data memang sudah habis namun secara fisik tanha itu masih ada dan saya tempati sampai saat ini. yang mau saya tanyakan Apakah status tanah saya ini sudah tetap di bilang aman karena saya sudah memiliki AJB? kalau belum apa yang harus saya lakukan sementara surat penyataan tidak sengketa juga saya sudah buat.

  46. June 6th, 2013 | 11:19

    KLU BEGINI MASYARAKAT JADI LEBIH TAU AKAN HAK MILIKNYA.

  47. June 6th, 2013 | 12:33

    Sebaiknya tanah anda di daftarkan ke kantor pertanahan setempat, sehingga akan didapatkan keluasan dan batas yang jelas. sering kita jumpai bahwa keluasan diantara pbb Letter C (Girik) bahkan juga disertipikatkan nanti akan menghasilkan keluasan yang berbeda.
    penyebab dari itu semua adalah sejarah, apa yang saya maksud sejarah adalah sejarah secara teknik saja.

  48. alan kurnia
    June 10th, 2013 | 07:38

    Assalamualaikum..
    saya mau tanya dan meminta solusi nya,,
    Begini.. setifikat tanah (di pamulang) ayah saya di gadaikan oleh ibu saya kepada temannya (ana), dan (ana) temanya ibu saya menggadaikan lagi kepada seseorang (aji)? sampai sekarang Ana tidak mau memberi tahu, kepada siapa dia menggadaikannya lagi.. Apakah bisa saya menyebutnya kalau surat itu hilang dan saya membuat sertifikat baru!!! Dan ayah saya tidak punya Foto copyan nya karna belum sempat memoto copy nya.. Bagaimana prosedurnya? Mohon jawabannya.. terima kasih..

  49. heri
    June 18th, 2013 | 17:23

    saya mau bertanya.. karna ini adalah sengketa tanah pihak A memiliki surat segel cap garuda pihak B memiliki akta jual beli pihak c memiliki SHM dalam satu masalah itu mereka memperebutkan hak tanah itu.. sy sy ingin pertanyakan pihak mana yg dapat di menangkan dan dapat di kuasai secara penuh.. apakah pihak A atau B tau jg C dan bagai mana solusi terbaik untuk membereskan masalah itu terima kasih

  50. June 20th, 2013 | 01:43

    klo itu nanti dari pihak penyidik gan yg bisa memmutusin, karena memang disana harus di uji materi

  51. July 5th, 2013 | 04:35

    saya mau tanya pak,

    saya beli tanah masih dalam AJB, luas 350m2, NJOP 700rb, didaerah bekasi. Kira2 berapa ya biaya untuk balik nama? biasanya pengurusan brp lama ya..?

    makasih atas bantuannya.

  52. July 8th, 2013 | 02:49

    ok thanks atas infonya…

  53. evi
    July 9th, 2013 | 15:28

    Kakek saya ada beli rumah didaerah jakpus dan waktu dia beli rumahnya blom dibalik nama sampe skr.sedang pemilik rumah yg lama sudah tidak diketahui dimana keberadaannya.kalo saya mau balik nama gmn caranya n apa aja syaratnya?trima ksh

  54. July 14th, 2013 | 15:37

    sama-sama bu Sri

  55. July 14th, 2013 | 15:45

    @evi selamat malam maaf sebelumnya terlambat utk membalsnya caranya sangat mudah saja pada hakekatnya kan jual beli tanah adalah syarat poko yang harus dipenuhi adalah Subyek obyeknya jelas ya sudah itu aja. sebagai gambaran bisa di lihat link ini http://jasamengurustanah.com/pemecahan_tanah_sudah_sertipikat_produk13.html

      subyek memang harus ada dimana dia berada walaupun pada ahirnya maaf sudah meninggal dunia artinya bahwa subyek hak di ganti oleh ahli warisnya lebih jelasnya bisa anda lihat link ini http://jasamengurustanah.com/pembagian_waris_sudah_sertipikat_produk8.html baru nanti disetelah jelas subyek diberlakuan perbuatan hukum yaitu dengan jual beli. semoga bisa membantu
  56. July 15th, 2013 | 13:32

    saya mo membuat sertifikat tanah , AJB nya sudah ada cuma nomer induk tanahnya tidak dicantumkan,, apakah saya harus membuat AJB lagi?

  57. rezky
    July 17th, 2013 | 16:52

    mohon pencerahanya, ibu saya berencana membeli sebidang tanah, namun yang tercantum dalam akta tanah adalah nama saudara dari si penjual yang sekarang berada di amerika, penjual telah dipasrahi untuk tanah tersebut, yang menjadi pertanyaan saya, dapatkah proses penandatanganan AJB di notaris dilakukan oleh penjual dengan surat kuasa dari nama pemilik pada sertifikat tanah tsb? dan bagaimana pembuatan AJB bila proses pembayaran diangsur? terimakasih sebelumnya.

  58. soletha
    July 18th, 2013 | 08:41

    Siang Pak,

    Rumah yang akan kami beli dalam proses KPR.
    Kami sudah memberikan Tanda Jadi kepada Penjual, tanda terima yang kami terima adalah Kwitansi.
    Rencana kami akan membayar DP ketika SPK dari Bank keluar.
    Ketika kami beri DP apa yang menjadi pegangan bagi kami Pembeli?
    Penjual menyarankan kami menandatangan Kesepakatan Jual Beli tetapi kami merasa ini seperti di bawah tangan y.
    Bagaimna cara kami memastikan ada pengalihan dari sebelum Developer ke Penjual (sebagai pemilik lama) beralih ke kami?
    Mohon saran dikarenakan proses transaksi tidak lewat agency langsung dengan Penjual.

  59. July 21st, 2013 | 05:26

    @Sapnah Sakinah
    Perlu saya jelaskan bahwa dalam pembuatan AJB (akte jual beli) tanah harus sudah bersertipikat artinya jika belum ada NIB berati tanah anda belum bersertipikat, silahkan di daftarkan untuk pembuatan sertipikat dahulu baru di Buatkan AJB

  60. July 21st, 2013 | 05:37

    dalam pengurusan termasuk juga penerimaan uang jual beli tanah bisa dengan di buatkan surat kuasa tentunya juga memenuhi kaedah surat kuasa, sebelum penanda tanganan AJB pastinya PPAT akan menanyakan sudah/belum lunas jika belum mestinya PPAT tidak mengizinkan untuk penanda tanganan akte tersebut karena PASAL dalam AJB menunjukan pembayaran lunas, namun juga sebaliknya ada hal khusus yang tidak seperti diatas

  61. July 24th, 2013 | 06:20

    Pak ni saya mau tanya, saya membeli sebidang tanah yang suratnya baru ada Akte Jual Beli saja, kemudia yang saya tanyakan apakah saya harus membuat Akte Jual Beli lagi atau tinggal dibaliknama saja? Tima kasih sebelumnya.

  62. July 27th, 2013 | 02:53

    akte jual beli salah satunya menerangkan PIAHAK II (Pembeli) apakah akte yang ibu maksud PIHAK II ibu sendiri apa orang lain

  63. July 27th, 2013 | 02:55

    Perlu saya jelaskan bahwa dalam pembuatan AJB (akte jual beli) tanah harus sudah bersertipikat artinya jika belum ada NIB berati tanah anda belum bersertipikat, silahkan di daftarkan untuk pembuatan sertipikat dahulu baru di Buatkan AJB

  64. winnie awwali
    July 31st, 2013 | 08:21

    saya berencana mau membeli tanah. Sertifikat atas nama si A (alhmarhum) lalu dibeli si B. Antara A dan B terikat AJB. Lalu B akan menjual lagi tanah itu. B konsultasi ke notaris masalah balik nama,oleh notaris disarankan,jika ingin dijual lagi langsung saja balik nama dari A ke C. Pertanyaannya,bisakah seperti itu? apakah nanti C (yang berarti saya) harus mendatangkan ahli waris si A?lalu bagaimana dengan pajak penjual dan pembelinya?Terima kasih seblumnya.

  65. August 1st, 2013 | 02:54

    saya mau nanya pak, kluarga saya punya tanah tidak bersertifikat hanya Surat Adat saja… jika surat adat hilang bagaimana pak? agar kluarga saya kuat demi hukum kalo tanah tersebut milik kluarga kami… terimakasih pak

  66. August 2nd, 2013 | 01:17

    @winnie, Kalau menurut saya proses yang banar adalah Sesuai urutan atau risalah tanah tersebut untuk ngawekani jika nanti adalah masalah di kemudian hari, yang bertujuan untuk melindungi kepemilikan Si C (Bapak sendiri) adapun prosesnya adalah turun waris dahulu ke salah satu ahli waris yang bisa di percaya baru setelah itu dijual kepada si B selanjutnya dijual kepada si C. adapun proses warisan berikut kewajiban yang harus dilakukan adalah bisa lihat di link berikut cara proses turun warisadapun syarat pengurusan dan syarat tanah warisan bisa anda klik link ini cara pengurusan tanah warisan yang sudah sertipikat.
    sedikit gambaran cara pengurusan tanah jual beli bertingkat, terkait dengan pertanyaan bapak yaitu seharusnya tidak bisa, namun karena alasan tertentu banyak kejadian di lapangan langsung potong kompas yaitu A-C dengan alasan ekonomis efesion, kalau saya boleh berkomentar tentang A-C dari segi pandang hukum itu adalah awal masalah(membuat masalah) yang pertama adalah menghilangkan pajak penjual yang dilakukan B-C dan pajak pembelian dari A-B (inilah yang disebut ekonomis) tapi kerugian pada negara. selanjutnya menghilangkan sejarah tanah(risalah tanah). mudah2an ada manfaatnya dan berjalanlah kejalan yang benar maka dirimu tenang walau pahit diawal manis kemudian.

  67. hely najmuddin
    August 4th, 2013 | 16:23

    Pak,mau tanya.saya membeli rumah ke developer secara tunai. Sudah dilakukan pelunasan. Namun sertifikat tanahnya masih jadi satu dengan yang lain. Apakah saya bisa melakukan ajb untuk rumah yang sudah saya beli saja? Atau hatus menunggu sertifikatnya dipecah?

  68. August 4th, 2013 | 20:18

    kepada Bpk/Ibu Helyy yang terhormat AJB bisa dilkakukan mana kala Obyek nya sudah jelas dalam artian sertipikat luasan dan batas-batasnya, jadi yang harus bpk/ibu lakukan adalah mealkukan pemecahan atas tanah yang yang bapak/ibu beli sehingga kejelasan sertipikat, luasam dan batas. adapun syarat pemecahan sertipikat bisa bapak/ibu baca di tulisan saya disini syarat pemecahan bidang tanah yang sudah sertipikat

  69. August 4th, 2013 | 20:23

    Bapak/ibu bisa dengan mengajukan permohonan hak ke BPN Setempat, dengan membawa berkas permohonan konversi Murni, itu bisa didapatkan alas hak dari pemerintah setempat dalam hal ini pemerintah setempat adalah pemerintah desa adapun syarat bisa anda lihat di tulisan saya disini syarat permohonan konversi murni, semoga bermanfaat

  70. ADI
    August 12th, 2013 | 08:32

    oleh tanya nih gan seputar tanah dan bangunan

    rencana mau beli tanah dan bangunan sebut saja Rumah,asal rumah ini kontrakan 50m2 lebih,sama yg kontrak(pihak A) tersebut dibeli lah kontrakan ini lalu dibangun rumah dengan perjanjian jual-beli tapi bukan AJB dari pemilik kontrakan(pihak X),nah pemilik rumah ini(pihak A) ingin menjual rumah tersebut kepada saya (pihak B),tapi saya disuruh ngurus surat AJB sendiri oleh (pihak A) dengan bukti pinjaman serfitikat asli (pihak X)
    setelah AJB keluar baru transaksi jual beli/pelunasan dilakukan

    NB:ada lebih dr sepuluh kontrakan sudah dijual oleh(pihak X)semua rata2 yg beli hanya punya AJB sedang kan cuma beberapa saja yg buat serfitikat katanya mahal,sedangkan yg masih AJB induknya masih serfitikat (pihak X)
    tapi masing sudah keluar PBB

    1.pertanyaan saya berapa biaya perkiraan ngurus AJB akta jual-beli di notaris ppat
    2.apakah setelah AJB nanti keluar bisa langsung mengurus menjadi serfitikat ke BPN syaratnya apa harus pakai serfitikat asli atau cukup fotocopy
    3.bila saya hanya membuat sampai AJB,kalo bikin serfitikat harganya mahal. sewaktu2 saya akan menjual rumah tersebut apa saya harus meminjam serfitikat (pihak X) atau cukup AJB saja biar sah

  71. August 12th, 2013 | 15:45

    oleh tanya nih gan seputar tanah dan bangunan.

    rencana mau beli tanah dan bangunan sebut saja Rumah, asal rumah ini kontrakan 50m2 lebih, sama yg kontrak(pihak A) tersebut dibeli lah kontrakan ini lalu dibangun rumah dengan perjanjian jual-beli tapi bukan AJB dari pemilik kontrakan(pihak X), nah pemilik rumah ini(pihak A) ingin menjual rumah tersebut kepada saya (pihak B), tapi saya disuruh ngurus surat AJB sendiri oleh (pihak A) dengan bukti pinjaman serfitikat asli (pihak X).
    setelah AJB keluar baru transaksi jual beli/pelunasan dilakukan.

    NB:ada lebih dr sepuluh kontrakan sudah dijual oleh(pihak X)semua rata2 yg beli hanya punya AJB sedang kan cuma beberapa saja yg buat serfitikat katanya mahal, sedangkan yg masih AJB induknya masih serfitikat (pihak X).
    tapi masing sudah keluar PBB.

    1.pertanyaan saya berapa biaya perkiraan ngurus AJB akta jual-beli di notaris ppat.
    2.apakah setelah AJB nanti keluar bisa langsung mengurus menjadi serfitikat ke BPN syaratnya apa harus pakai serfitikat asli atau cukup fotocopy.
    3.bila saya hanya membuat sampai AJB, kalo bikin serfitikat harganya mahal. sewaktu2 saya akan menjual rumah tersebut apa saya harus meminjam serfitikat (pihak X) atau cukup AJB saja biar sah.

  72. August 12th, 2013 | 15:58

    itu tadi adalah pertanyaan dari saudara ADI saya disini hanya mau sharing aja siapa tahu ada yang nyantol hehehe
    Begini saudara ADI setelah saya membaca sya hanya bisa menyimpulkan bahwa SiA membeli tanah berikut rumah kontrakan dari Si X, Namun masih di bawah tangan betull?, selanjutnya sama si B mau jual lagi kepada anda betul?, selanjutnya menginjak ke pertanyaan.
    Jawab :
    1. anda bisa tanyakan langsung kepada Notaris PPAT yang saudara percaya
    2. sebaliknya yang keluar sertipikat dahulu baru di AJB klaupun sekarang sudah membuat AJB yang anda maksud itu mungkin hanya perikatan jual beli saja yang bersifat intern saja silahkan lihat artikel yang lain disni http://adf.ly/TrwFc
    3. sebaiknya anda baca dahulu artikel ini http://adf.ly/TrwFc baru nanti anda bisa berkomentar
    semoga bisa membantu saudaraku

  73. riki
    August 14th, 2013 | 11:01

    mas saya rencana maubeli tanah tapi surat suratnya cuma GS (gambar situasi) apakah aman membeli tanah tersebut takutnya tanahnya satu yang sudah punya surat kepemilikan banyak, trima kasih

  74. Ronald Suhud Tua Limbong
    August 15th, 2013 | 01:35

    tanya donk pak

  75. August 15th, 2013 | 22:23

    @riki mas saya rencana maubeli tanah tapi surat suratnya cuma GS (gambar situasi) apakah aman membeli tanah tersebut takutnya tanahnya satu yang sudah punya surat kepemilikan banyak, trima kasih.
    JWB:
    Setahu saya GS (gambar situasi) memang banyak kita jumpai berbagai macam tergantung penggunaan namanya juga gambar situasi, cuman yang perlu kita cermati adalah GS tersebut siapa yang menerbitkan atau instansi mana misalnya BPN (badan pertanahan Nasional) atau mungkin dari intansi lain bahkan dari pihak swastapun bisa membuat Gambar Situasi, yang jelas gambar situasi yang selanjutnya SU (Surat Ukur) yang menjadi bagian dari sertipikat itu sendiri itu mestinya SU nya iya hanya satu. saran saya sebaiknya di tanyakan dahulu ada sertipikatnya atau tidak, jika belum bersertipikat bagaimana dengan kepemeilikan tanahnya jelas tidak? lebih-lebih batas tanahnya sebagai tambahan mengenai keaslian sertipikat tanah anda bisa lihat di link ini http://adf.ly/U36ws jgn lupa klik SKIP AD setelah menunggu 5 scons, ok semoga bermanfaat.

  76. Utami
    August 20th, 2013 | 09:36

    Pak mohon pencerahannya, saya sedang melakukan pembelian tanah sekitar 85 meter di Jawa Timur. Setelah kami survey dan beberapa pembicaraan dan karena penjual terlihat orang yang baik dan santun, kami percaya bahwa janjinya akan terpenuhi. Jadi kondisi tanah tersebut adalh:
    1. Sertifikat atas nama alm. ibunya dan ada salah 1 huruf penulisannya, harusnya ROMLAH tertulis ROMILAH.
    2. Saat saya minta SPPT PBB 3 tahun terakhir, dia bilang sedang terselip belum ketemu.
    3. Saat saya meminta surat persetujuan seluruh ahli waris, ada 1 anak yg jauh dan sulit dimintai tanda-tangan. Setahu saya persetujuan disahkan notaris setempat bisa.
    4. Sertifikat masih menjadi jaminan kredit modal usah di Bank dan baru di restrukturisasi dari 1.5th menjadi 4th.
    5. Penjual berjanji akan mengeluarkan sertifikat tersebut dalam waktu maksimal 2 tahun. Maka dari itu pembayaran pelunasan 50%nya bisa nanti waktu SHM keluar.
    6. Saat pemecahan sertifikat nanti, penjual tidak berkenan untuk membayar biaya pengurusannya.
    7. Biaya notaris atas jual beli ini juga tidak berkenan untuk menanggungnya.
    8. Saya merasa tidak mempunyai jaminan apapun atas uang yang nantinya telah saya transfer ke penjual. Sedangkan harta lain yang dimiliki penjual hanyalah 1 unit motor dan rumah yang ditempatinya namun sertifikat masih belum sempurna (dlm proses).

    saat ini, setelah kami membayarkan tanda pengikatan sebesar 1jt rupiah dan berencana membayar 50% dari harga tanah tersebut 1 bulan kemudian, kami coba searching2 dan mulai bimbang. Untuk itu mohon masukannya apakah sebaiknya transaksi ini saya batalkan saja karena takut terlalu bermasalah dikemudian hari atau tetap saya lanjutkan karena saya sudah menyatakan percaya dengan penjual?

  77. August 20th, 2013 | 16:31

    #utami kalau menurut saya beli dan dapat tanah itu islilah jawanya pulung, dengan cerita utami di atas memang posisi utami sangat rawan apalagi

    ada ahli waris yang enggan bertanda tangan

    sementara itu utami bisa mendapatkan sertipikat tersebut dengan cara turus waris dan selanjutnya di lanjutkan dengan proses jual beli yang utami beli seluas 85 m2 dengan dibuatkan surat pernyataan menjual secara bersama dari semua ahli waris didukung lagi tanah masih dalam jaminan bank bisa-bisa utami hanya di mintain uang aja namun ketika utami menanyakan hak nya selalu ada jawaban tidak pasti, namun kalau utami sendiri yakin dengan kepercayaan pada pihak penjual apa yang bisa saya perbuat hehehe, kalau hanya point 1 aja bisa dibuakan surat keterangan dari desa bahwa yang isinya tersebut diatas adalah satu orang itu sudah selesai.
    terkait dengan pembiayaan saya estimasikan ada biasa turun waris bisa diihat di lihat dilink ini http://adf.ly/U0HF3 jgn lupa diklik SKIP AD setelah itu bisa jadi ada pemecahan sertipikat karena di sebabkan masih gabung jadi sati bisa anda lihat di link berikut http://adf.ly/TrwFc disitu memang ada keawajiban dari penerima harta warisan yang harus di penuhi beum lagi proses balik namanya disitu juga ada hak keawjiban baik dari penjual dan pembeli.
    demikian semoga ada gambaran dan silahkan tinggalkan komentera jika masih belum jelas

  78. August 20th, 2013 | 16:34

    Pertanyaan dari Saudara #UTAMI.
    Pak mohon pencerahannya, saya sedang melakukan pembelian tanah sekitar 85 meter di Jawa Timur. Setelah kami survey dan beberapa pembicaraan dan karena penjual terlihat orang yang baik dan santun, kami percaya bahwa janjinya akan terpenuhi. Jadi kondisi tanah tersebut adalh:
    1. Sertifikat atas nama alm. ibunya dan ada salah 1 huruf penulisannya, harusnya ROMLAH tertulis ROMILAH.
    2. Saat saya minta SPPT PBB 3 tahun terakhir, dia bilang sedang terselip belum ketemu.
    3. Saat saya meminta surat persetujuan seluruh ahli waris, ada 1 anak yg jauh dan sulit dimintai tanda-tangan. Setahu saya persetujuan disahkan notaris setempat bisa.
    4. Sertifikat masih menjadi jaminan kredit modal usah di Bank dan baru di restrukturisasi dari 1.5th menjadi 4th.
    5. Penjual berjanji akan mengeluarkan sertifikat tersebut dalam waktu maksimal 2 tahun. Maka dari itu pembayaran pelunasan 50%nya bisa nanti waktu SHM keluar.
    6. Saat pemecahan sertifikat nanti, penjual tidak berkenan untuk membayar biaya pengurusannya.
    7. Biaya notaris atas jual beli ini juga tidak berkenan untuk menanggungnya.
    8. Saya merasa tidak mempunyai jaminan apapun atas uang yang nantinya telah saya transfer ke penjual. Sedangkan harta lain yang dimiliki penjual hanyalah 1 unit motor dan rumah yang ditempatinya namun sertifikat masih belum sempurna (dlm proses).

    saat ini, setelah kami membayarkan tanda pengikatan sebesar 1jt rupiah dan berencana membayar 50% dari harga tanah tersebut 1 bulan kemudian, kami coba searching2 dan mulai bimbang. Untuk itu mohon masukannya apakah sebaiknya transaksi ini saya batalkan saja karena takut terlalu bermasalah dikemudian hari atau tetap saya lanjutkan karena saya sudah menyatakan percaya dengan penjual?

    Jawab :
    menurut saya beli dan dapat tanah itu islilah jawanya pulung, dengan cerita utami di atas memang posisi utami sangat rawan apalagi.

    ada ahli waris yang enggan bertanda tangan.

    sementara itu utami bisa mendapatkan sertipikat tersebut dengan cara turus waris dan selanjutnya di lanjutkan dengan proses jual beli yang utami beli seluas 85 m2 dengan dibuatkan surat pernyataan menjual secara bersama dari semua ahli waris didukung lagi tanah masih dalam jaminan bank bisa-bisa utami hanya di mintain uang aja namun ketika utami menanyakan hak nya selalu ada jawaban tidak pasti, namun kalau utami sendiri yakin dengan kepercayaan pada pihak penjual apa yang bisa saya perbuat hehehe, kalau hanya point 1 aja bisa dibuakan surat keterangan dari desa bahwa yang isinya tersebut diatas adalah satu orang itu sudah selesai.
    terkait dengan pembiayaan saya estimasikan ada biasa turun waris bisa diihat di lihat dilink ini http://adf.ly/U0HF3 jgn lupa diklik SKIP AD setelah itu bisa jadi ada pemecahan sertipikat karena di sebabkan masih gabung jadi sati bisa anda lihat di link berikut http://adf.ly/TrwFc disitu memang ada keawajiban dari penerima harta warisan yang harus di penuhi beum lagi proses balik namanya disitu juga ada hak keawjiban baik dari penjual dan pembeli.
    demikian semoga ada gambaran dan silahkan tinggalkan komentera jika masih belum jelas.

  79. Utami
    August 21st, 2013 | 09:16

    Terima kasih atas responsnya ya pak, saya sudah meminta ulang dokumen2 tersebut diatas agar dipenuhi. dan bila penjual tidak mampu memenuhinya kemungkinan kami batalkan dulu saja. Takut bermasalah dikemudian hari. Sekali lagi terima kasih.

  80. Lindu Adjie
    August 21st, 2013 | 17:19

    saya mau tanya pak,..permasalahan tanah, orang tua saya membeli tanah pada tahun 1975 sejumlah 4 bidang letaknya sejajar ketika tahun 2013 orang tua saya menjual tenyata satu bidang dari 4 di klaim atas nama PT. ketika kami telusuri ternyata PT. membeli dari orang lain yang tidak ada sangkutan keluarga dengan kami/orang lain dah telah memiliki AJB lalu kami melakukan musyawarah dengan pihak penjual dan PT ternyata orang tersebut tidak merasa menjual sedangkan pihak PT. bersikeras mempertahankan tanah tersebut yang seudah di AJB kan sama pihak PT. pertanyaan saya apa ada kekuatan hukum pihak keluarga untuk menggugatnya, yang mana semua pihak masih ada baik pemilik pertama, si penjual dan pihak PT yang merasa membeli. tolong dikasih solusinya atas permasalahan tersebut, terimaksih atas perhatinannya ….

    Hormat Saya
    Lindu Adjie

  81. August 22nd, 2013 | 02:37

    Betul pak, masih banyak kok tanah seng padang, wakekekek

  82. August 22nd, 2013 | 02:44

    kalo menurut saya pribadi langkah yang mesti dilakukan adalah tindakan tersebut diatas sudah benar klo masih bersikeras begitu, bisa dilanjutkan cek materi dari AJB tersebut di kantor yang menerbitkan atas kebenaran AJB tersebut, atau setidak-tidaknya adalah kwitansi pembelian dimana di benarkan oleh pihak I, OHYA Belum disebutkan AJB dari PT Tahun berapa pak Lindu Adjie

  83. August 22nd, 2013 | 02:47

    saya mau tanya pak,..permasalahan tanah, orang tua saya membeli tanah pada tahun 1975 sejumlah 4 bidang letaknya sejajar ketika tahun 2013 orang tua saya menjual tenyata satu bidang dari 4 di klaim atas nama PT. ketika kami telusuri ternyata PT. membeli dari orang lain yang tidak ada sangkutan keluarga dengan kami/orang lain dah telah memiliki AJB lalu kami melakukan musyawarah dengan pihak penjual dan PT ternyata orang tersebut tidak merasa menjual sedangkan pihak PT. bersikeras mempertahankan tanah tersebut yang seudah di AJB kan sama pihak PT. pertanyaan saya apa ada kekuatan hukum pihak keluarga untuk menggugatnya, yang mana semua pihak masih ada baik pemilik pertama, si penjual dan pihak PT yang merasa membeli. tolong dikasih solusinya atas permasalahan tersebut, terimaksih atas perhatinannya ….

    Hormat Saya
    Lindu Adjie

    Jawab :

    kalo menurut saya pribadi langkah yang mesti dilakukan adalah tindakan tersebut diatas sudah benar klo masih bersikeras begitu, bisa dilanjutkan cek materi dari AJB tersebut di kantor yang menerbitkan atas kebenaran AJB tersebut, atau setidak-tidaknya adalah kwitansi pembelian dimana di benarkan oleh pihak I, OHYA Belum disebutkan AJB dari PT Tahun berapa pak Lindu Adjie.

  84. August 27th, 2013 | 05:38

    mengurus AJB + SERTIFIKAT dengan semua syarat yang sudah di penuhi tetapi apa pegawai kelurahan dan kecamatan meminta dana sang angat besar sungguh luar biasa pegawai negri tangerang saya minta tolong arahan yang benar untuk mengurus AJB KE SERTIFIKAT denga arahan yang sebenarnya tanpa adanya korupsi atau calo siapapun ,,,, saya mohon bantuannya thx.

  85. anto
    August 27th, 2013 | 12:31

    Selamat malam pak…
    Mau tanya ne…Beberapa waktu yang lalu saya beli rumah di Karanganyar Jawa Tengah dan langsung saya urus surat-suratnya lewat PPAT. Akan tetapi hampir lebih dari 5 bulan sertipikat balik namanya kok belum jadi, bahkan pihak PPAT sulit dihubungi. Kami saat ini hanya memegang kuitansi tanda terima uang dari PPAT untuk biaya jasa PPAT dan pajak2 yang diperlukan. Sebenarnya dibutuhkan waktu berapa lama untuk pengurusan sertipikat dari kesepakatan jual beli sampai menjadi sertipikat yang sudah di balik nama? Langkah apa yang seharusnya saya lakukan saat ini? apakah bisa saya mencabut pengurusan jual beli ini ke PPAT lain?terimakasih jawabanya

  86. August 27th, 2013 | 14:40

    @antok termakasih atensinya, saya sangat memahami apa yg tejadi pada anda, namun tidak ada salahnya bisa anda tanyakan sama ppat yg jenengan percaya barangkali ada kekarangan berkas administrasi miralnya kk, atau mungkin kewajibanpara pihak yg belum terpenuhi nek empun lenhap kulo kinten gak sampai 1 bulan, selengkapnya bisa kligk layanan pestanaian

  87. anita
    August 28th, 2013 | 07:00

    selamat siang pak,saya mau tanya saya membeli sebidang tanah yg suratnya msh akta jual beli atas nama penjual blm atas nama saya,selain itu surat lainnya ada surat jual beli diatas materai, bukti bayar pbb lengkap,apa yg harus saya lakukan supaya bisa mengurus sertifikat tanah tsb,lalu apa saja persyaratannya,mohon bantuannya terima kasih.

  88. Johny
    August 29th, 2013 | 04:29

    Selamat siang pak,
    Saya membeli tanah yg tanpa ada sertifikatnya tapi hanya ajb.
    Bisakah saya langsung membuat ajb atas nama saya? Dan bagaimana prosesnya?
    Termakasih atas pehatiannya.

  89. August 29th, 2013 | 23:03

    Sebaiknya babak cek dulu kepemilikan tanah yang bpak beli

  90. August 29th, 2013 | 23:06

    #Anita
    selamat siang pak, saya mau tanya saya membeli sebidang tanah yg suratnya msh akta jual beli atas nama penjual blm atas nama saya, selain itu surat lainnya ada surat jual beli diatas materai, bukti bayar pbb lengkap, apa yg harus saya lakukan supaya bisa mengurus sertifikat tanah tsb, lalu apa saja persyaratannya, mohon bantuannya terima kasi.
    Jawab:
    Saran saya sebaiknya anita cek dahulu kepemilikan tanah yang anita beli, apakah masih hidup atau sudah meninggal itu sangat penting.

  91. Johny
    August 30th, 2013 | 11:39

    Kepemlikan tanah sudah sah pak,berdasarkan kwitansi pembelian dan informasi dari kecamatan juga dari pemilik pertama.

  92. mei fen
    September 2nd, 2013 | 14:17

    Malam pak. saya mau beli tanah, sebanyak 1ha. harganya sekitar 40M. saya mau tau surat2 itu bermasalah atau tidak bagaimana? dan apa bila hak waris apa bisa di jadikan sertifikat? dan biaya2 atau alur yang saya harus lakukan bagaimana? dan sebagai pembeli apa DP yang saya berikan seberapa % dari harga beli? terima kasih

  93. September 2nd, 2013 | 23:07

    Pertanyaan :
    Malam pak. saya mau beli tanah, sebanyak 1ha. harganya sekitar 40M. saya mau tau surat2 itu bermasalah atau tidak bagaimana? dan apa bila hak waris apa bisa di jadikan sertifikat? dan biaya2 atau alur yang saya harus lakukan bagaimana? dan sebagai pembeli apa DP yang saya berikan seberapa % dari harga beli? terima kasih

    jawab:
    selamat pagi pak, mengenai pertanyaan bapak surat itu bermiasalah atau tidak itu bapak bisa tanyakan langsung di kantor pertanahan setempat dengan mengajukan pengecekan sertipikat secara yuridis bukan fisik/teknis anda bisa lihat atau klik link ini http://adf.ly/U36ws selanjutnya terkait dengan hak waris itu adalah sebagai keterangan pengganti atas subyek kepemilikan tanah yang sudah meninggal dunia anda bisa lihat di link ini http://adf.ly/U33TC, mengenai DP saya kira itu adalah perlu kesepakatan kedua belh pihak kalau saran saya jangan di lunasi dahulu.
    semoga bermanfaat

  94. September 2nd, 2013 | 23:08

    #mei fen
    selamat pagi pak, mengenai pertanyaan bapak surat itu bermiasalah atau tidak itu bapak bisa tanyakan langsung di kantor pertanahan setempat dengan mengajukan pengecekan sertipikat secara yuridis bukan fisik/teknis anda bisa lihat atau klik link ini http://adf.ly/U36ws selanjutnya terkait dengan hak waris itu adalah sebagai keterangan pengganti atas subyek kepemilikan tanah yang sudah meninggal dunia anda bisa lihat di link ini http://adf.ly/U33TC, mengenai DP saya kira itu adalah perlu kesepakatan kedua belh pihak kalau saran saya jangan di lunasi dahulu.
    semoga bermanfaat

  95. anita
    September 9th, 2013 | 07:48

    terima kasih pak sebelumnya,menyambung pertanyaan saya,kepemilikan tanah sudah saya cek…masih atas nama penjual pertama dalam bentuk girik,sedangkan saya tdk tau keberadaan penjual pertama yg ada di ajb tsb,lantas saran pegawai kelurahan katanya bisa minta fotocopi berkas girik tsb di kec terdekat dan minta salinannya,apakah ini mutlak diperlukan,lalu syarat apa yg harus saya lampirkan untuk buat ajb atas nama saya sebagai pembeli,apakah perlu ada copy npwp penjual,lebih baik mengurus di kec atau di kelurahan,mohon pencerahannya.terima kasih sebelumnya

  96. September 9th, 2013 | 10:28

    #anita
    terima kasih pak sebelumnya, menyambung pertanyaan saya, kepemilikan tanah sudah saya cek…masih atas nama penjual pertama dalam bentuk girik, sedangkan saya tdk tau keberadaan penjual pertama yg ada di ajb tsb, lantas saran pegawai kelurahan katanya bisa minta fotocopi berkas girik tsb di kec terdekat dan minta salinannya, apakah ini mutlak diperlukan, lalu syarat apa yg harus saya lampirkan untuk buat ajb atas nama saya sebagai pembeli, apakah perlu ada copy npwp penjual, lebih baik mengurus di kec atau di kelurahan, mohon pencerahannya.terima kasih sebelumnya.

    Yth Anita dalam proses jual beli tanah syarat penting yang harus dilakukan adalah kejelasan pemilik tanah berdasarkan Kepemilikan tanah sesuai buka gede atau letterr C yang ada di desa dan selanjutnya tanah tersebut di daftarkan kepertanahan setempat untuk di terbitkan sertipikat tanah, terkait dengan data yang ada di kecamatan itu adalah salinan akte jual beli namun demikian karena pengurusan baru sekarang maka prosesnya adalah harus di sertipikat kan terlebih dahulu atas nama pemilik lama baru setelahnya b isa di balik nama ke #anita.
    sebenarnya masalah ini mudah cuman agak pelik pak karena saya percaya anita sudah kehilangan pemilik yang tercamtum dalam kepemilikan tanah sesuai yang ada di buku gede/girik yang ada di desa.
    semoga bisa membantu.

    salam

  97. Aris Sunan
    September 14th, 2013 | 07:27

    Selamat sore Saya mau tanya sedikit pak Saya berencana membeli tanah beserta rumah tinggal yang ada diatasnya. sudah bersertifikat dan saat ini SERTIFIKAT tersebut telah dijaminkan ke bank BRI sebagai pinjaman modal usaha. yang jangka waktu pelunasannya itu tersisa 23 bulan lagi. pertanyaan saya adalah : 1. apakah bisa sertifikat yang dijaminkan itu dibuatkan akta jual beli ? dan kemudian langsung di balik nama atas nama saya sendiri 2. Kemudian kira² berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk mengurus hal tersebut apabila harga rumah itu senilai 130 juta ? terima kasih

  98. September 15th, 2013 | 01:02

    #Aris
    1. Bisa saja dibuatkan jual beli namun tentunya sebelum melakukan jual beli harus menghubungi pihak bank mengizinkan atau tidak, tentunya dari anda akan menjadi tertanggung sebaiknya anda roya dahulu
    2. untuk biaya anda bisa lihat artikel disini meneganai hak dan kewajiaban jual beli atau anda bisa cek di menu diatas layanan pertanahan

  99. Suhando
    September 27th, 2013 | 06:21

    Salam kenal,
    Begini pak saya membeli tanah kavling scr kredit in-house selama 5 thn kpd sebuah CV dengan menggunakan perjanjian jual-beli bermeterai (tidak di hadapan notaris). Info teman yang juga membeli, dia sudah mengecek ke notaris dan sertifikatnya adl SHM tapi masih induk, sdg dalam proses pemecahan.
    Setelah 2 tahun berjalan, saya hendak menjual tanah kavling tsb, tapi karena sulit, saya jual kembali ke CV tsb dan CV tsb bersedia membeli dengan nilai angsuran+DP selama 2 thn dikurangi potongan. Setelah sepakat nilai penjualannya, ternyata CV tsb hanya membayar sebagian nilai yang disepakati, sisanya saya diminta sabar.
    Pertanyaan saya :
    1. Apa yang harus saya lakukan, karena pemilik CV ini menghindar terus dan tidak mau melunasi sisanya?
    2. Apa saya harus mengurus sertifikat tanah kavling saya (pecah dari sertifikat induk) dulu di notaris atau bagaimana?
    Mohon masukannya Pak, sebelumnya kami ucapkan terima kasih.

  100. September 27th, 2013 | 06:44

    #bp.handono
    terkait dg pertanyaan bapak yang seharusnya tanah itu sudah milik bapak namun karena belum dipecah ya diurus aja pemecahanya, namun itu juga tidak mudah karena ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi yaitu mengenai perijinan yang musti disiapkan oleh pihak deploper yaitu ipt, siteplan dan dokumen lainya mengenai lingkungan jika itu semua sudah ada tinggal diajukan aja ke bpn utk dipecah yang kedua adalah jika memang dari devloper mau membeli ya syukur deh artinya uang bpk akan kembali

  101. September 27th, 2013 | 13:37

    Permisi pak paryoto

    Aq nanya jika ???d????? HGB yg dulu entah redist ato apa no.hak n su berurutan dlm 1 hamparan dan sekarang sudah banyak orang menempati di atas sertipikat itu yg mana rata2 tidak mempunyai sertipikat dan modal pelepasan adat itu dlm artian entah sertipikat itu ???d????? d bank ato mana dan sudah tidak beraturan (tidak sesuai site plan awal d peta) sedang kan ingin mendaftarkan sertipikat dgn alas hak pelepasan adat terbaru sedangkan hukum kan masih melekat d atas bidang tanah itu…mohon pencerahan..hehehehe

  102. Darwis Bahar
    September 29th, 2013 | 02:03

    saya seorang anak dari 3 orang bersaudara (semua sudah menikah), ibu msih hidup, ayah sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Saat ini Ibu saya masih tinggal disebuah rumah kami yang dahulu ditinggali bersama dimana sertifikatnya adalah atas nama ibu sendiri. Saat ini sertifikat tersebut dijadikan jaminan di salah satu bank swasta sebagai modal usaha ibu sendiri. Yang saya tanyakan :
    1. kami keberatan dengan penjaminan sertifikat tersebut karena merupakan harta gono gini yg notabene adalah juga milik kami sebagai ahli waris
    2. apakah bank telah melakukan suatu kekeliruan karena menerima permohonan kredit tsb tanpa mengikutkan kami selaku anak-anaknya dalam persetujuan di akad kredit tsb? padahal kami adalah juga ahli waris

  103. September 29th, 2013 | 15:45

    #Darwis Bahar selamat malam pak, maaf pertanyaan baru bisa menjawab, terkait dg pertanyaan nomor 1 bahwa memang betul bahwa seorang anak adalah ahli waris dari pada orang tuanya yang sdh meninggal dunia, namun karena disini ibu sebagai pemilik dalam sertipikat tersebut yang sah maka dalam melakukan perbuatan hukum tidak memerlukan persetujuan dari pada anak anaknya artinya ibu memiliki kuasa sepenuhnya terhadap tanah yang dimilikinya, entah mau dijaminkan bahkan dijual sekalipun tidak perlu ada persetujuan dari anak-anaknya terkecuali suami yg masih hidup, selanjutnya mengenai bank tidak mau gegabah dan tdk mau rugi yang mana tindakanya tentunya sudah sesuai dg aturan ayang ada

  104. September 29th, 2013 | 15:52

    #tomy npwp kalau menurut saya kawrena disitu sudah muncul sertipikat induk, maka jika ingin memohon hak dengan memecah serttipikat induk jika memang sertipikT tidak jelas keberadaanya jikalau benar-benar tidak dalam jaminan dk

  105. Suhando
    October 2nd, 2013 | 05:50

    Terima kasih masukannya Pak Parwoto.
    Sebenarnya yang mengurus pemecahan dari sertifikat induk menjadi sertifikat per kavling kan developer. Andaikata krn suatu hal developer macet dalam pengurusan pemecahan sertifikat induk, yang saat ini dipegang oleh notaris, apa yang harus saya lakukan? Apakah saya bisa mengurus ke notaris sendiri atau bagaimana krn developer sulit utk dihubungi? Apakah bila sertifikat ada di notaris berarti tanah saya ‘aman’ dan tidak mungkin dimainkan atau dijual oleh developer? Mohon masukannya lagi Pak, terima kasih.

  106. arif
    October 6th, 2013 | 10:59

    Dear Pak,

    Sy pingin beli rumah rusak dari pihak 1, saya perbaiki lalu dijual. Sambil menunggu harga bagus, rumah akan saya sewakan. Saya sebagai pihak 2. Pertanyaan saya; apakah boleh beli properti dg hanya berbekal AJB tanpa balik nama? Jadi sertifikat masih atas nama pihak 1. Bila rumah sudah terjual, maka akan ada perubahan balik nama dari pihak 1 ke pihak 3?

    Terima kasih banyak.
    Salam arf

  107. October 6th, 2013 | 23:50

    #arif
    Perlu diketahui setelah penanda tanganan AJB selanjutnya adalah di daftrakan ke kantor pertanahan, bila bertujuan seperti itu mendingan dengan surat kuasa jual beli, selain untuk diri sendiri juga kuasa dari penjual itu lebih praktis ekonomis, demikian semoga bisa membantu

  108. dayat
    October 9th, 2013 | 23:04

    Pemisi,
    Pak saya mau tnya, ibu saya mau menjual tanah atas nama ayah saya yang sudah meninggal (alm). belum ada setifikat baru AJB nya saja dan tidak ada PBB nya. hanya ada \” daftar keterangan obyek pajak untuk ketetapan pajak bumu dan bangunan \”.

    pertanyaan saya:
    1. Apa saja surat2 yang harus saya urus untuk proses jual beli ini? dan berapa total estimasi biaya nya *sy msh awam terkait jual beli tanah.
    2. Untuk seluruh biaya administrasi ke PPAT/pejabat terkait, umum nya yang menanggung pembeli atau penjual? 3. Jika saya menggunakan jasa petugas PPAT di luar wilayah domisili tanah apakah boleh?

    Terima Kasih atas jawaban nya

  109. October 9th, 2013 | 23:34

    Surat yg dibtuhkan surat kepemilikan tanah pake bisa dapatkan dikelurahan petmohonan konversi terlebih dahulu, mengenai biaya tergantung kesepakatan keduabelah pihak, terkait pengurusan jual beli boleh-boleh saja dengan dibuatkan kuasa pengurusanya, semoga bermanfaat salam

  110. October 15th, 2013 | 09:45

    pak saya balik nama sertivikat,tp kok sampai 6 bulan belum jadi,,

  111. dwi cahyono
    October 16th, 2013 | 01:13

    dengan hormat;
    bisakah saya konsultasi terkait tukar menukar tanah kas desa yang terjadi sekitar tahun 1975.

  112. October 16th, 2013 | 08:14

    Silahkan pak dengan senang hati

  113. October 16th, 2013 | 08:16

    Silahkan dicek saja dimenu Cek breaks di blog INI jug a dengan memasukan honor breaks dan tahun

  114. October 18th, 2013 | 04:13

    saya mempunyai tanah 200 mtr di daerah meruyung depok, status masih ajb, berapa biaya urus untuk jadi sertifikatnya pak?

  115. October 18th, 2013 | 06:29

    Nilai transaksinya berapa anietz,

  116. Fitri Ayunisa
    October 18th, 2013 | 08:08

    maaf pak mau nanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan surat tanah bagi pembeli?apa iya sampai menenempuh tahunan?dikarenakan belum ditandatanganinya surat akte tanah oleh dinas pertanahan?terima kasih atas infonya pak

  117. October 20th, 2013 | 01:08

    sebelumnya terimakasih atensinya di pengurusantanah.net ini perlu diketahui bahwa jual beli tanah bermacam-macam proses nya misalnya waris jual beli konversi jual beli dan jual beli murni, katakanlah jual beli murni ya selama berkas sudah lengkap di bpn sekarang sudah ada proses terkini yang di namakan service one day yaitu pelayanan satu hari selesai bisa di tunggu, nah untuk kelengkapan berkas apa saja yang di perlukan saya sarankan untuk melihat di menu produk atau klik link ini http://www.pengurusantanah.net/produk di website ini juga, semoga membantu, salam

  118. didiks
    October 24th, 2013 | 13:53

    ijin bertanya bapak! saya pada tahun 2012 membeli sebidang tanah di jawa timur, saya akan membuat akta tanah akan tetapi kata kepala desa tidak bisa dikarenakan KTP saya SUMATERA SELATAN. apakah benar jika membuat akta tanah harus dengan KTP daerah setempat, selanjutnya apa yang bisa saya lakukan? mohon penjelasan bapak,, sebelumnya trimakasih banyak…

  119. October 24th, 2013 | 13:59

    Silahkan pak DIDIK, bisa dijelaskan status tanahnya pak didik

  120. didiks
    October 24th, 2013 | 14:12

    status tanah hak milik pak!

  121. October 24th, 2013 | 14:15

    Maksud says status tanah pekarangan APA saw ah gitu, jika saw ah MEMANG tidak boleh harus harus satu wilayah kecamatan

  122. didiks
    October 24th, 2013 | 14:20

    sudah ada sertifikat, saya ingin balik nama tapi kan harus mengurus AJB dulu, mengurus AJB klo tidak menggunakan KTP daerah setempat kata pak kades ndak bisa pak!

  123. didiks
    October 24th, 2013 | 14:27

    trimakasih bapak atas penjelasanya bapak! memeng tanah sawah yang saya beli, lalu bagaimana bapak! apakah nantinya tidak bermasalah jika saya belum bisa buat AJB.

  124. October 24th, 2013 | 15:44

    Saran saya sebaiknya diurus Jual belinya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan misalnya pemilik tanah meninggal, menghindari pajak pembelian yang semakin tahun harga tanah semakin melonjak dan hal-hal lain yang diluar dugaan

  125. nugo
    October 26th, 2013 | 04:52

    mohon ijin untuk bertanya… saya berencana untuk membeli tanah dr seseorang, menurut data yang saya terima di sertifikat tercatat nama pemilik nyonya A yang artinya si pemilik sudah atau pernah bersuami. dan menurut keterangan yang saya dapat saat ini nyonya A telah menikah lagi secara resmi, artinya dengan suami yang sekarang nyonya A menikah dengan status janda. sedangkan untuk tanah tersebut dimiliki oleh nyonya A sebelum menikah dengan suami yang sekarang. pertanyaannya apa saja yang saya utuhkan sebagai lampiran untuk memperjelas status tanah tersebut dan bagaimana untuk proses selanjutnya (AJB) nya? terima kasih

  126. nugo
    October 26th, 2013 | 04:55

    apakah saya perlu bukti cerai dari suami terdahulu atau cukup dengan persetujuan suami yang sekarang. terima kasih

  127. novi ari nugroho
    October 28th, 2013 | 02:50

    ass, saya mau nanya pak, saya berniat membeli tanah pak dari pihak 2, dimana pada kondisi sekarang sertifikat tanahnya masih dalam proses pembuatan, bagaimana baiknya pak, soalnya saya disini sebagai pihak ketiga jadinya?, saya mesti nunggu sertifikat tanahnya jadi ato gimana pak baiknya?, terima kasih

  128. October 30th, 2013 | 02:42

    tunggu aja sertipikat nya jadi pak, karena dilunasipun juga belum bisa di buatkan ajb

  129. October 30th, 2013 | 02:44

    gampangnya dilihat aja status ktp nya jika janda berati memerlukan surat perceraian

  130. artini
    October 31st, 2013 | 22:01

    Pak saya mau tanya, mohon pencerahannya,
    saya menjual rumah ber-setifikat kepada adik saya, sedangkan adik saya ini warga indonesia yg bertempat tinggal di australia. saya disarankan ibu pejabat notaris untuk membuat surat kuasa saja dan ibu kami yg diberi kuasa untuk mewakili adik saya. Kemudian Notaris meminta surat kuasa dilegalisir pihak kedubes indonesia di australia. selain itu juga pihak Notaris meminta disertakan identitas suami adik yg merupakan WNA.Pertanyaan saya, apa memang identitas suami adik saya yg WNA itu diperlukan? sedangkan Rumah tersebut di beli dgn uang pribadi adik saya dan akan menjadi hak milik adik saya. Apa dengan status adik saya yg berdomisili di luar negeri akan mempersulit pembuatan sertifikat? dan masalah lain yg berhubungan dgn kepemilikan rumah? Demikian terima kasih.

  131. Christopher Alexander
    November 3rd, 2013 | 02:22

    Maaf pak, boleh tanya, berarti pembeli memang hanya pegang AJB Salinan ya pak,. atau nantinya dapat AJB asli? Apakah AJB asli tetap dipegang Notaris dan pemerintah?
    Lalu, apakah PBB sebaiknya dibalik nama juga atas nama Pembeli, jika ya, bagaimana prosedurnya dan apakah ada biaya2 yg timbul?
    Terima kasih banyak.

  132. November 3rd, 2013 | 11:52

    Betul pembeli hanya di beri salinan ajb utk yang asli masuk warkah bpn sebagai dokumen, terkait dg pbb setelah balika nama selesai anda bisa datang ke kantor pajak dengan membawa pbb lama berikut foyo copy sertipikat yang sudah atas nama annda, sebagai bermanfaat, salam

  133. syarif
    November 4th, 2013 | 08:50

    maaf pak, mau tanya…
    saya ingin membeli rumah yang saya ketahui lewat iklan, di sana dicantumkan bahwa rumah tersebut berstatus AJB, pertanyaannya apakah rumah yang berstatus AJB tersebut pada dasarnya sudah memiliki Sertifikat Hak Milik atau sertifikat lainnya, hanya saja pemilik yang terakhir tidak membalik nama di Sertifikatnya???

    terima kasih

  134. Christopher Alexander
    November 5th, 2013 | 04:03

    Maaf pak, terimakasih sebelumnya, mau nanya lg,
    1. kalau Pembeli mendapat AJB Salinan, apakah benar yg halaman terakirnya di kolom ttd kosong (tanpa ttd)? jadi bukan copy dari AJB asli yg sudah dittd.. Apa tdk apa2 ya pak?
    2. Lalu, saya ada masalah, utk PBB 2013 saya titip bayar ke Notaris, tapi oleh Notaris tidak diberi SPPT & STTS nya, hanya diberi SPPT salinan yang diberi keterangan "sudah lunas", karena menurut beliau SPPT/STTS nya tidak dapat ditemukan, apakah itu mungkin pak, apakah benar? Sedangkan saya minta bukti transfer atau Slip pembayarannya, beliau bilang tdk ada jg..
    Sedangkan dibutuhkan STTS utk balik nama PBB..
    3. Juga, saya takut sebenarnya PBB mungkin tdk dibayarkan oleh beliau, jadi hanya terima uang jasa, tp tdk dijalankan.. Statusnya sampai saat ini, saya sudah diberi SHM, tapi kalau utk PBB nya saja demikian, saya jadi takut apakah SHM ini benar, atau hanya terima uang jasa saja seperti kasus PBB..
    Saran Bapak saya harus bagaimana ya utk kasus PBB & SHM ini?
    Matur nuwun pak nasehatnya..

  135. November 9th, 2013 | 02:30

    sebelumnya apakah sudah di tanyakan mengenai berkas administratifnya sudah terpenuhi, ada kabar baik untuk anda bpn sekarang sudah ada service one day untuk proses jual beli tanah

  136. Pak Bas
    November 15th, 2013 | 10:27

    Boleh tanya, apakah dibenarkan pihak notaris/staff mengganti luasan tanah yang saya beli dengan selisih 40m2. Saya beli 220m2 tanah pekarangan dari total luas tanah 641m2, namun dari hasil pecah sertifikat didapat luasan 186m2 dan pihak notaris memaksakan untuk mencantumkan angka 186m2 tersebut di AJB padahal mereka tahu saya sudah melunasi pembelian untuk luas 220m2.
    Terima kasih atas tanggapannya.

  137. November 16th, 2013 | 11:38

    #yth pak bas, saya berkesimpulan bahwa masalah pak abas ini adalah mengenai obyek jual beli tentu saja kejelasan dan kebenaran mengenai obyek pajak di buktikan dengan sebuat surat outentik yaitu sertipikat tanah, pak abas bisa lihat sendiri bunyi sertipikat tanah berapa luasnya, terkait dengan jual beli tanah dengan keluasan mestinya bapak bisa menjajaki dulu keluasanya untuk mencari luas yang sudah disepakati, selanjutnya sewaktu sewaktu pengukuran pemecahan tanah yang dilakukan bpn bapak bisa kros cek hasil luasnya sehingga permasalahan seperti ini tidak terjadi, semoga bisa dipahami dan selamat malam minggu

  138. Magda
    November 18th, 2013 | 09:32

    Slamat siang Pak.

    Rumah orang tua (alm) rencananya akan dijual.
    Anaknya ada 5 orang, 3 dijkt, 2 diIndia.
    Bagaimana mengurus surat keterangan waris jika 2 org ahli waris berada diluar negeri. Apa saja dokumen yang harus disiapkan.
    Bisakah dengan persetujuan bersama hanya 3 org ahli waris (jkt) yang dimasukkan dalam keterangan waris?
    Terima kasih.

  139. November 19th, 2013 | 03:00

    saya mohon info.
    SHM rumah saya sudah siap.dari pembelian rumah secara cash. tetapi salinan AJB nya hanya fotocopy saja saya terima. saya tanya yg asli kenotaris sdh untuk BPN katanya. apa benar yg asli utk BPN dan fotocopy saja utk saya?
    mohon infonya pak??

  140. November 22nd, 2013 | 01:01

    #yth magda
    dalam pengurusan tanah turun waris anak secara syah menjadi ahli waris dari si pewaris dimanapun dia berada, attinya anak yg diluar negeripun mempinyai hak yg sama dan tidak bisa di tinggalkan

  141. November 22nd, 2013 | 01:04

    #yth ino subastian
    betul akte jual beli yang asli dilampirkan di bpn, utk proses jual beli, selanjutnya sbg warkah, selebihnya adalah salinan dari jb tersebut, demikian semg bisa membantu.
    salam

  142. Magda
    November 22nd, 2013 | 01:14

    Pak JMT :-)
    Terima kasih atas responnya.

    Saya mendapat info jika ahli warisnya diLN sebenarnya mudah untuk proses pengurusannya. Ahli waris hanya mengisi data yg dikrm Notaris by email dan membawanya ke Kedubes INA setempat u/ di sahkan.
    Tapi masalahnya krn kendala kondisi negara yang sedang konflik dan u/ ke kedubes saja sangat sulit.
    Bagaimana solusinya? disatu sisi proses jual beli itu harus segera dilakukan.

    Tks

  143. Benni
    December 8th, 2013 | 11:04

    Pak, mohon info nih, saya membeli rumah dg KPR dari developer. Setelah saya baca salinan AJB dan Sertipikatnya, terdapat perbedaan nomor SHGB induknya antara yg tertulis di AJB dg di Sertipikat. Untuk data lain seperti luas, lokasi dan batas2 sama. Bagaimana ya kalau seperti ini?

    Terima kasih sebelumnya.

  144. December 8th, 2013 | 17:50

    #Benni
    Seharusnya nomor nomor SHGBNYA yang tertulis sama dengan salinan ajb nya dan apalagi didukung dengan data luasnya yang sama, silhakan di cermati lagi, nomor su di hgb dan salinanya masih sama tidak?

  145. yustina agustien
    December 10th, 2013 | 13:43

    mohon penjelasannya pak,,,
    saya ingin melakukan penandatanganan AJB,,dalam akta jual beli tersebut nantinya harga jual yang dicantumkan adalah bukan harga sebenarnya dari transaksi jual beli tanah saya, tetapi harganya agak diturunkan (sesuai dengan PBB), maksudnya supaya bayar pajaknya nggak kemahalan,,
    yang ingin saya tanyakan,, dapatkah hal tersebut dibenarkan,,,?
    apakah ada dampaknya di kemudian hari,,,? apabila kemudian sertifikat tanah tersebut saya agunkan ke Bank untuk mengajukan pinjaman, mungkinkah hal tersebut dilakukan, mengingat pengajuan pinjaman saya misalnya 500 jt, sedangkan jaminan saya (sertifikat) cuma seharga 150 jt (harga yang tertera di AJB),,,
    terima kasih atas penjelasannya,,,

  146. Rizwan
    December 12th, 2013 | 15:57

    Selamat siang Pak Is yang selalu memberi jawaban yg mencerahkan, mohon sarannya utk permasalahan saya pak. Langsung saja ya pak…

    1 Saya akan membeli unit apartemen dr penjual, penjual hanya memiliki PPJB atas unitnya krn Sertifikat atas unit apartemen belum pecah sehingga belum dilakukan AJB oleh developer. Jadi transaksi jual beli yg saya lakukan utk balik nama PPJB tsb, nah utk proses balik nama PPJB ini developer mencantumkan biaya2: Bea Balik Nama PPJB 2,5%, Pajak 5%, Biaya Legalisir notaris. Utk balik nama PPJB ada dlm PPJB telah diatur besarannya, nah yg aneh adalah Pajak 5% ini karena tidak jelas utk pajak apa krn setahu saya satu2nya pajak dlm jual beli tanah/rumah adlh BPHTB 5% utk pembeli dan Pajak Penjual 5%, tetapi itu terutang saat AJB, bukan PPJB. Bagaimana pendapat bapak soal ini?

    2. Terkait masalah diatas, penjual memberi ide krn merasa pajak tsb hanya akal2an developer saja, untuk saya dan penjual melakukan perjanjian di notaris saja jika telah menjual unit apartemen tsb ke saya. Sehingga pada saat AJB unit tsb dgn developer ketika sertifikatnya sudah pecah, dgn perjanjian tsb saya yg langsung melakukan AJB dgn developer. Sehingga terhindar dari biaya pajak akal2an developer tsb. Apakah cara demikian dapat dilakukan pak?

    3. Sekalian memperjelas pak, dokumen apa saja yg dapat diakui sebagai dasar AJB properti, apakah harus seperti PPJB, atau bisa melalui perjanjian biasa?

    Demikian, terima kasih banyak atas penjelasannya….. :)

  147. Arnold
    January 4th, 2014 | 14:11

    Selamat sore dan salam jumpa,

    Saya punya sebuah kasus, begini ceritanya…

    Ayah saya mempunyai sertifikat atas tanah yang dulunya milik dari kakek nenek saya. 10 tahun lalu tanah tersebut dibeli oleh ayah saya dari nenek karena kakek sudah lama wafat. Sertifikat baru dibuat 4 tahun lalu beberapa saat setelah nenek meninggal. Lalu kakak perempuan dari aya saya yang sudah lama menetap di Kanada (dia menikah dengan warga Kanada, jadi sudah lama WNA) mengatakan bahwa sertifikat tersebut tidak sah. Padahal pada waktu pembuatan serfitifikat tersebut dia hadir bersama ayah saya.

    Rumah ini letaknya di sudut jalan raya (pertigaan jalan). Saya sudah 1 tahun ini tinggal di situ dan adik perempuan ayah yang sudah janda sudah tinggal di sini selama 3 tahun. Tanah ini berbatasan langsung (di utara dan timur) dengan kakak perempuan ayah saya yang di Kanada.

    Pertanyaan saya adalah:

    1. apa serfitifkat yang dimiliki ayah saya itu bisa dibatalkan oleh tante saya?
    2. apa hal ini dapat di kategorikan sebagai sengketa?
    3. apa kami boleh menjual rumah tersebut dengan leluasa?
    4. bila kami menjual tanah tersebut apakah harus dilakukan pengukuran tanah lagi dan membutuhkan tanda tangan tante saya?

  148. January 6th, 2014 | 04:11

    Jawaban Pertanyaan saya (Arnold) adalah:

    1. apa serfitifkat yang dimiliki ayah saya itu bisa dibatalkan oleh tante saya?
    2. apa hal ini dapat di kategorikan sebagai sengketa?
    3. apa kami boleh menjual rumah tersebut dengan leluasa?
    4. bila kami menjual tanah tersebut apakah harus dilakukan pengukuran tanah lagi dan membutuhkan tanda tangan tante saya?
    Yth Arnol
    sebelumnya saya minta maaf atas lamanya tanggapan kepada saudara, langsungs saja terkait dengan pertanyaan pertama bisa saja sertipikat di batalkan jika di temukan cacat hukum, yang kedua selama masih bisa di rembug dengan keluarga saya beum masuk kategori sengketa, yang ketiga boleh saja di jual kepada siapapun jika subyek obyek hak nya jelas, yang keempat jika tanah dijual semua bisa tidak di ukur lagi tergantung rembugnya dan tanda tangan tante tidak diperlukan lagi.
    catatan : jawaban saya diatas saya anggap sertipikat sudah atas nama bapak saudara terlepas dari permasalahan waris, semoga ulasan singkat ini bisa di pahami dan bermanfaat

  149. February 8th, 2014 | 03:26

    Pak, akte jual beli rumah saya salinan aslinya hilang, yang ada hanya fotokopinya saja. Apakah kalau saya minta lagi ke notaris atau kantor pertanahan akan dikenakan biaya lagi? Kalau iya, berapa biayanya?

  150. mimi
    April 28th, 2014 | 00:17

    pak ayah saya tahun 2012 menjual tanah dan proses jual beli sudah terjadi. Tapi kemudian di tahun 2013 si pembeli mengatakan kalau luas tanah yg ada disertifikat berbeda dengan pengukuran oleh BPN. Dan mereka meminta dikembalikan uang selisih jumlah tanah yg lebih itu. pertanyaan saya adalah apakah ayah saya harus mengembalikan uang tersebut dimana dalam hal ini sewaktu proses jual beli sudah ada kesepakatan dalam luas tanah dan juga harga ?

  151. May 7th, 2014 | 14:40

    Pada tahun 2004 saya membeli tanah luas 800m2, dokumen yang saya terima dari penjual adalah akta hibah dari orang tua penjual kepada penjual cuma itu + kwitansi pembayaran lunas. saat ini saya berkeinginan membuat surat tanah tersebut(AJB/Sertifikat). ketika saya akan mengurus ke kecamatan, sepertinya harga pengurusan tsb sangat tinggi( diluar pajak penjual dan pajak pembeli yang harus saya tanggung). saya pikir jika saya menjalani sendiri pengurusan tersebut akan lebih ringan biayanya,tetapi pihak kecamatan tidak mau terbuka dokumen/formulir apa saja yang bisa saya ambil untuk pengurusan tersebut. Pertanyaan saya:
    1.seperti apa prosedur yang harus saya jalani untuk pengurusan tanah tersebut?
    2.blanko/formulir apa saja yang saya perlukan?
    3. dapat diperoleh dimana blanko/formulir tersebut?

    trimakasih infonya pa

  152. May 7th, 2014 | 18:13

    serahkan saja pada notaris, mereka sudah standar kok harganya, paling antara notaris satu dengan lainnya cuma sedikit selisihnya, jadi hanya notaris yang terkenal cepat menyelesaikan saja yang bisa diandalkan.

    harga yang mereka tawarkan adalah relistis sesusai dengan peraturan yang berlaku

    kasus tanah bang ucup ini memang cukup rumit karena udah tanah hibah tak bersurat pula. hal ini tentu akan melewati tahap-tahap yang harus merelakan kesabaran yang luar biasa. tapi ya memang begitulah peraturannya, jadi bukan dipersulit atau berbelit-belit.

  153. May 27th, 2014 | 06:17

    Berapa biaya membuat akte jual beli tanah

  154. June 6th, 2014 | 23:41

    Kalau belum punya NIB dan pembayaran belum dilunasi tapi AJB ditandatangani lebih dulu apakah hal seperti itu aman bagi pihak penjual ?

  155. July 18th, 2014 | 03:19

    assalamualaikum selamat pagi bpk perkenalkan nama saya adit . saya hanya ingin menayakan beberapa pertanyaan 1. pada waktu pengecekan sertifikat apakah notaris bisa melakukan pengecekan tanpa adanya dokumen si pemilik sertifikat ? 2. bagaimana caranya mengetahui untuk membedakan sertifikat ganda . terimakasih

  156. July 18th, 2014 | 04:09

    maaf pak saya mau tanya < kemarin saya beli tanah tapi kok di buatkannya akte jual beli sementara, apa beda dan nilai hukumnya ya antara AJB dengan AJB sementara,,, terima kasih atas pencerahannya,

Leave a reply for : AJB (akte jual beli)

 
eXTReMe Tracker
%d bloggers like this: